• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish
   


Loading...
Loading...
Loading...

Harga Minyak Dunia Panas Lagi, Kini Naik 5 Persen Lebih

Kamis, 05 Mei 2022 | 11:38 WIB
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Klikbabel.com - Harga minyak dunia melesat pada perdagangan Rabu, karena Uni Eropa, blok perdagangan terbesar di dunia menjabarkan rencana untuk menghentikan impor minyak Rusia.

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran tentang ketatnya pasar lebih lanjut ketika negara-negara tersebut memburu pasokan yang memadai.

Mengutip CNBC, Kamis (4/5/2022) minyak mentah melejit selama dua bulan terakhir setelah invasi Moskow ke Ukraina.

Sampai saat ini, Uni Eropa enggan untuk sepenuhnya memotong impor minyak dan gas Rusia, dan rencananya masih tidak menyarankan larangan penuh bagi semua anggota Uni Eropa.

Eropa mengimpor sekitar 3,5 juta barel minyak dan produk minyak Rusia setiap hari, dan juga bergantung pada pasokan gas Moskow.

"Persediaan sangat ketat, jadi dengan latar belakang ini, ketika kita berbicara tentang larangan ini, ada banyak pertanyaan tentang bagaimana (Eropa) akan menebusnya," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melambung USD5,17, atau 4,9 persen menjadi USD110,14 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melesat USD5,40 atau 5,3 persen menjadi USD107,81 per barel.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Rabu, mengusulkan embargo minyak secara bertahap terhadap Rusia, serta memberikan sanksi kepada bank terbesar Rusia.

Langkah-langkah Komisi itu termasuk menghentikan pasokan minyak mentah Rusia secara bertahap dalam waktu enam bulan dan produk olahan pada akhir 2022, kata von der Leyen. Dia juga berjanji untuk meminimalkan dampak dari langkah tersebut terhadap ekonomi Eropa.

Rusia dapat mengimbangi hilangnya salah satu pelanggan utamanya dengan menjual minyak ke importir lain termasuk India dan China. Tidak ada negara yang berhenti membeli dari Moskow.

Kebutuhan akan pasokan yang jauh lebih besar kemungkinan tidak akan terpenuhi pada pertemuan Organisasi Negara Eksportir Minyak dan produsen sekutu, Kamis.

OPEC Plus diperkirakan tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi bulanan secara bertahap.
Di Amerika Serikat, stok minyak mentah naik moderat pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi.

Stok meningkat 1,2 juta barel karena Amerika Serikat merilis lebih banyak barel dari cadangan strategisnya.

Stok bahan bakar turun, sebagian dipicu ekspor produk yang lebih kuat sejak invasi Rusia ketika pembeli mencari sumber lain.



Penulis  : -
Editor    : Leandri
Sumber : Suara.com