• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish
   


Loading...
Loading...
Loading...

Dua Orang Berikan Kesaksian, Bayi yang Dibuang Hampir Tak Selamat

Kamis, 10 Februari 2022 | 14:57 WIB
Seorang anggota Linmas, dan satu saksi lainnya Meri hadir penuhi panggilan persidangan untuk memberikan kesaksian terhadap perkara pembuangan bayi kandung oleh oknum polisi Z, di Pengadilan Negeri (PN) Muntok, Selasa (08/02/2022).

KlikBabel.com - Seorang anggota Linmas, dan satu saksi lainnya Meri hadir penuhi panggilan persidangan untuk memberikan kesaksian terhadap perkara pembuangan bayi kandung oleh oknum polisi Z, di Pengadilan Negeri (PN) Muntok, Selasa (08/02/2022).

M Satria selaku Linmas di wilayah setempat menjelaskan pada 20 Agustus 2021 lalu, sekitar pukul 07.00 WIB, dirinya mendapat informasi warga bahwa ada bayi ditemukan di Jalan Rumpis.

"Saya dikasih tau lokasinya Jalan Rumpis  Desa Pelangas, disitu ada Ibu Meri dan warga, sudah ramai. Saya lihat pertama kali posisi bayi sudah dirawat Ibu Dewi, ada kotak bolesa juga, lihat kondisi bayi sehat, tidak ada luka-luka pada bayinya. Setelah itu saya melaporkan ke Kapolsek selaku pimpinan kami langsung datang juga ke lokasi," jelasnya.

Satria baru mengetahui bahwa orangtua yang membuang bayi itu adalah seorang anggota polisi pada bulan September 2021 lalu.

Dirinya jelaskan pada saat ditemukan warga, posisi bayi berada di pinggir jalan aspal masuk gang sekitar 10 meter dengan situasi cuaca cerah.

"Saat ini saya sudah tau orang tuanya, salah satu anggota Polri di Bangka Barat, kenapa membuangnya saya tidak tau. Sebelum peristiwa ini saya sudah mengenalnya, saya tidak tau sudah nikah atau belum," tutur Satria saat ditanyai Jaksa penuntut umum (JPU).

Lanjut Satria, bayi ditemukan dengan kondisi di dalam kardus yang terbuka bagian penutup dilipat ke dalam.

Saksi lainnya, Meri Puspita Dewi (41) mengatakan dirinya didatangi warga ke rumahnya kemudian langsung menuju ke lokasi bayi tersebut.

"Sampai di tempat sudah ada anggota polisi lainnya, kondisi bayi bajunya basah semua karena sudah kencing, dan bayi sudah diangkat warga, untuk cuaca cerah cuma abis ujan gitu," sebutnya.

Meri bersyukur bayi masih dalam kondisi sehat hanya saja kulitnya sudah agak kebiru-biruan diduga karena tubuhnya kedinginan saat berada di dalam kardus.

"Di kardus sudah ada susu dan baju-baju cuma tidak ada dot, saya juga membersihkan kotorannya. Terus saya naik mobil kepolisian untuk membawa bayi tersebut ke Puskesmas Simpang Teritip," terangnya.

Meri yang rumahnya tidak jauh dari lokasi itu membeberkan pada saat ditemukan terdapat seperangkat pakaian bayi, popok bayi, dan kain gurita.

"Kondisi cuaca pada malam hari saya tidak ingat kalau hujan cuma cuacanya ngembun dan agak dingin. Bayi kondisi berwarna biru, setelah di rawat dikasih susu sehat," tutur Meri.

Meri tidak dapat membayangkan nasib bayi itu apabila penemuan bayi itu agak terlambat diketahui warga apalagi sampai terjadi hujan atau lebih dulu didekati hewan seperti anjing.

"Kalau tidak ditemukan langsung, apa lagi kalau kondisi hujan bisa meninggal bayi itu, apa lagi kondiai masih 2 hari. Bahkan bisa dimakan binatang seperti anjing juga kalau tidak ditemukan warga," tukasnya



Penulis  : -
Editor    : Leandri
Sumber : Suara.com