• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com



Loading...
Loading...
Loading...

Pemkot Pangkalpinang Ikuti Rilis Berita Resmi Statistik Virtual

Kamis, 02 Desember 2021 | 11:07 WIB
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Suryo Kusbandoro menghadiri rilis BRS (Berita Resmi Statistik) mengenai inflasi, NTP, pariwisata ekspor dan impor, luas panen dan produksi padi, dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang diadakan BPS Provinsi Bangka Belitung secara virtual, Rabu (1/12/2021).
Loading...
Loading...

KlikBabel.com – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Suryo Kusbandoro menghadiri rilis BRS (Berita Resmi Statistik) mengenai inflasi, NTP, pariwisata ekspor dan impor, luas panen dan produksi padi, dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang diadakan BPS Provinsi Bangka Belitung secara virtual, Rabu (1/12/2021).

Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami mengatakan Kota Pangkalpinang pada bulan November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,77 persen.

“Inflasi ini disebabkan karena naiknya harga atau indeks dibeberapa kelompok pengeluaran, ” ungkapnya.

Penyebab inflasi di Kota Pangkalpinang, kata dia, utamanya terletak pada kelompok pengeluaran transportasi yang mengalami inflasi sebesar 1,97 persen dengan andil 0.2804 yang disebabkan karena naiknya tarif angkutan udara. Serta kelompok yang kedua adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Sementara pada November 2021, NTP Bangka Belitung sebesar 134,91 persen yaitu naik sebesar 2,59 persen dibandingkan pada bulan sebelumnya.

“NTP merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat daya beli petani di pedesaan dan menunjukkan daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa baik yang dikonsumsi atau biaya produksi, ” jelasnya.

Nilai Ekspor 2021 Bangka Belitung mencapai US$ 308,73 juta atau naik sebesar 221,58 persen dibanding dengan Oktober 2020. Sementara nilai impor pada Oktober 2021 yaitu US$ 1.47 juta atau naik sebesar 68.32 persen dibandingkan Oktober 2021.

“Menurut penggunaan barang, seluruh impornya yaitu pada sektor non migas yang berasal dari empat negara yaitu tiongkok, malaysia, jepang dan polandia, ” pungkasnya.

 

Loading...
loading...


Penulis  : Mrs.Amanda
Editor    : septiani
Sumber : KlikBabel.com