• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com



Loading...
Loading...
Loading...

Waspada! Negara-negara Eropa Dibayangi Gelombang Baru Covid-19

Jumat, 19 November 2021 | 07:50 WIB
Ilustrasi Covid-19.Indonesia harus mewaspadai adanya gelombang baru Covid-19, sebab Negara-negara eropa mulai melaporkan ganasnya virus Corona. (Freepik.com)

KlikBabel.com - Pandemi Covid-19 sepertinya belum menunjukan kabar berakhir. Negara-negara di Eropa saat ini berada dalam ancaman gelombang baru Covid-19.

Kondisi melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa tersebut seharunya menjadi peringatan untuk negara-negara lain, termasuk di Indonesia.

Menyadur dari Solopos.com, Kanselir Jerman, Angela Merkel dalam pertemuan dengan para pemimpin regional mengatakan negara itu berada dalam cengkeraman gelombang Covid-19 keempat yang dramatis dan akan menyerang secara penuh. 

Menurut laporan otoritas setempat, infeksi harian mencapai rekor baru yakni 52.826 kasus pada Rabu (17/11/2021). Belgia turut mengumumkan serangkaian tindakan dalam upaya untuk menghindari penguncian.

“Semua sinyal alarm berwarna merah. Peta Eropa dengan cepat menjadi merah, dan kita sama,” kata Perdana Menteri Alexander De Croo, Kamis (18/11/2021).

Anak-anak di Belgia harus memakai masker, pekerja bekerja dari rumah akan diwajibkan kembali mulai Sabtu (20/11/2021) selama empat hari sepekan.

Sementara itu, Swedia memperkenalkan izin bagi yang sudah divaksinasi Covid-19 mulai 1 Desember untuk kali pertama menonton konser dan acara dalam ruangan yang melibatkan lebih dari 100 orang.

“Anda yang tidak divaksinasi tidak bisa begitu saja seperti biasa. Kontribusi terpenting Anda adalah mendapatkan vaksinasi,” kata Menteri Sosial Swedia Lena Hallengren.

Perdana Menteri Ceko Andrej Babis mengatakan, siapa pun yang belum divaksinasi (atau dapat menunjukkan bahwa mereka telah pulih dari Covid-19) akan dilarang mengakses acara atau layanan publik. Mulai Senin depan, tes negatif tidak lagi cukup.

Kasus Kematian Meningkat

Slovakia yang merupakan tetangganya, mencatat rekor 8.342 kasus dilaporkan pada Rabu (17/11/2021), sedang merencanakan tindakan serupa.

Tempat kerja dan toko-toko hanya dapat diakses oleh staf yang divaksinasi atau orang-orang yang dapat membuktikan bahwa mereka telah pulih, kata Perdana Menteri Slovakia Eduard Heger.

Tingkat vaksinasi bervariasi di seluruh benua. Penerimaan Slovakia termasuk yang terendah di UE dengan 44% sedangkan di Ceko 58%, di Austria 65% dan di Jerman 68%.

Baik Jerman dan Austria telah melaporkan antrean di pusat vaksinasi, tetapi mereka memiliki beberapa tingkat pengambilan suntikan vaksin (minat) terendah di Eropa Barat.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kematian akibat Virus Corona di Eropa naik 5 persen pada pekan lalu, membuat Eropa menjadi wilayah di dunia dengan kasus kematian akibat Covid-19 yang meningkat.

Badan kesehatan PBB itu mengatakan kasus yang dikonfirmasi melonjak 6 persen secara global, didorong oleh peningkatan di Amerika, Eropa, dan Asia.

Dalam laporan mingguannya tentang pandemi yang dikeluarkan Selasa malam, WHO mengatakan kematian Covid-19 di semua wilayah selain Eropa tetap stabil atau menurun, dan berjumlah 50.000 di seluruh dunia pekan lalu.

Dari data yang dihimpun Kamis (18/11/2021) dari 3,3 juta infeksi baru yang dilaporkan, 2,1 juta berasal dari Eropa. Itu adalah pekan ketujuh berturut-turut bahwa kasus Covid-19 terus meningkat di 61 negara dan wilayah yang dihitung WHO di kawasan Eropa, yang membentang melalui Rusia hingga Asia Tengah.

 



Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com