• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com



Loading...
Loading...
Loading...

Kurangi Plastik, KLHK dan Produsen Komitmen Kelola Sampah dan Manfaatkan Daur Ulang

Kamis, 11 November 2021 | 16:45 WIB
Talkshow Roadmap of Waste Reduction by Producer, a New Platform to Accelerate and Implement Circular Economy in Indonesia. (Suara.com/Nessy F)
Loading...
Loading...

KlikBabel.com - Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar mengatakan, kementeriannya berkomitmen untuk melakukan pengurangan sampah plastik di Indonesia. Hal ini merupakan perwujudan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan 3R melalui Bank Sampah yang menjadi Dasar Pelaksanaan Bank Sampah di Indonesia.

Pernyataannya ini disampaikan dalam talkshow berjudul “Roadmap of Waste Reduction by Producer, a New Platform to Accelerate and Implement Circular Economy in Indonesia”, yang merupakan bagian dari Paviliun Indonesia COP-26 UNFCCC, Direktorat Jenderal PSLB3, yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Salah satu upaya untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia, Novvrizal menyebut, pihaknya bekerja sama dengan banyak produsen untuk menjalankan Peta Jalan Pengurangan Sampah.

“Sekarang masih dalam proses sosialisasi. Walaupun demikian, respons para produsen cukup bagus. Berbagai asosiasi membuat forum sendiri untuk mensosialisasikan peta jalan ini,” ujarnya.

Untuk memasifkan pengurangan sampah dari para produsen, saat ini KLHK tengah menyiapkan aplikasi khusus, yang di dalamnya memuat cara atau upaya yang dilakukan para produsen terkait pengurangan sampah.

“Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan produsen mencari informasi yang mereka perlukan dalam upaya pengelolaan sampah plastik. Aplikasi ini juga terbuka untuk publik secara luas, sehingga mereka bisa berkonsultasi dengan kami terkait tujuan tersebut,” tambahnya.

Daur Ulang dan Kurangi Pemakaian Plastik
Pada kesempatan yang sama, Sustainable Development Head Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengatakan, pihaknya sangat mendukung KLHK dalam pengurangan sampah plastik. Sejak awal, produsen pertama air minum kemasan ini memang telah mendukung konsep economy circular, dimana penggunaan bahan daur ulang sangat disarakan.

“Perusahaan kami menggunakan make-use-recycle, yaitu membuat, memakai kembali, dan mendaur ulang. Seluruh sampah plastik dari kemasan minuman telah 70% di-reuse dan 95% merupakan hasil recycle,” ujarnya.

Menurut Karyanto, hal ini merupakan bagian dari komitmen Danone untuk mendukung ekonomi sirkular di Indonesia. Danone minta bantuan dari konsumen, mitra, hingga masyarakat luas, termasuk para pengumpul sampah plastik untuk membantu mengumpulkan sampah plastik dan memprosesnya, sehingga bisa digunakan kembali.

“Tidak lupa, kami memberikan juga semangat bagi masyarakat untuk mau membantu kami mengurangi sampah produk kami. Bagi pemulung misalnya, kami sediakan insentif, termasuk insentif kesehatan,” tambah Karyanto.

Di acara yang sama, General Manager of Corporate Affairs & Sustainability PT Lion Superindo, D. Yuvlinda Susanta juga mengungkapkan cara-cara yang dikembangkan dalam usaha menurunkan jumlah sampah. Sebagai perusahaan retail, Superindo tak hanya berkomitmen menurunkan jumlah sampah plastik tapi juga sampah makanan.

“Untuk mengurangi sampah makanan, kami menjalin kerja sama dengan food bank setempat untuk menghibahkan kelebihan makanan. Kami pastikan bahwa makanan akan tetap dimanfaatkan seperti seharusnya. Selain dengan food bank, kami juga menghibahkan makanan berlebih untuk dijadikan animal feed atau makanan hewan,” jelasnya.

Demi mengurangi sampah kemasan, termasuk sampah plastik, Yuvlinda menyebut, Superindo telah mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik sejak beberapa waktu lalu. Saat ini, pelanggan akan diberikan kardus untuk memuat belanjaan mereka atau disarankan untuk membawa kantong belanja sendiri.

“Yang terbaru, kami sekarang juga berusaha mengurangi penggunaan roll plastic, yang biasanya digunakan untuk buah atau sayur. Kami beralih ke kantong segar, demikian kami menyebutnya, yang pemakaiannya bisa dilakukan berulang kali,” ujarnya.

Untuk mendukung upaya pemerintah dan upaya dunia dalam mengurangi sampah, Yuvlinda mengatakan, pada 2029, perusahaannya menargetkan akan zero landfill alias tidak menghasilkan sampah sama sekali.

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com