• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Jaga Kesehatan Jantung Selama Pandemi Covid-19, Ahli Sarankan Hal Ini

Rabu, 06 Oktober 2021 | 07:42 WIB
Ilustrasi Serangan Jantung. (Pexels/Freestockorg)

KlikBabel.com - Serangan jantung salah satu masalah kesehatan yang menjadi penyebab kematian tertinggi. Para ahli pun mengkhawatirkan serangan jantung di kalangan orang muda dan bugar.

Sebuah survei menemukan 35 persen korban serangan jantung berusia kurang dari 35 tahun. Hal ini pun menjadi para ahli mulai mengkhawatirkan kasus serangan jantung di kalangan orang usia muda.

Umumnya, masalah jantung disebabkan oleh gaya hidup dan obesitas. Walau begitu, terlalu sering olahraga juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung pada batas tertentu.

"Pertama-tama, orang harus menyingkirkan gagasan kebugaran yang hanya terbatas pada olahraga gym," kata Dr Anand Kumar Pandey, direktur dan konsultan senior-kardiologi, Rumah Sakit Superspesialisasi Dharamshila Narayana dikutip dari Indian Express.

Menurut Dr Kuman Pandey, sebagian besar anak muda aktif di media sosial sehingga akan lebih sering melihat trend olahraga di tempat gym. Bahkan, mereka mungkin berusaha keras untuk memilih bentuk tubuh yang sama seperti di media sosial.

Di sisi lain, mengabaikan asupan nutrisi yang penting dan kesehatan mental sama sekali bukan pilihan yang bijak. Tingkat olahraga berlebihan juga memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah yang menyebabkan risiko tekanan darah tinggi dan serangan jantung dalam kondisi parah.

Jadi, jangan lupa memperhatikan asupan nutrisi yang cukup dan ciptakan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, jangan pernah mengabaikan kesehatan mental Anda.

Dr Rakesh Chug, konsultan senior dan penanggung jawab, CTVS, Institut Medis Tindakan Sri Balaji, mengatakan sejumlah anak muda telah melaporkan gejala penyakit kardiovaskular pasca-Covid.

Perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari bekerja dari rumah serta sindrom pasca-Covid juga memengaruhi kesehatan jantung.

"Selain itu, kasus tekanan darah tidak teratur, stroke otak, penggumpalan darah karena gaya hidup sedentari juga dilaporkan,” katanya.

loading...


Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com