• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Orangtua Harus Tahu, Ini Tanda Anak Kecanduan Internet

Sabtu, 02 Oktober 2021 | 14:04 WIB
Ilustrasi anak kecanduan gadget (Shutterstock)

KlikBabel.com - Perkembangan internet telah memudahakan berbagai akses informasi. Mulai dari konten, informasi, hiburan, hingga game online.

Meski membawa sejumlah manfaatk, di sisi lain penggunaan internet yang berlebihan dapat mengancam jiwa seseorang, salah satunya adalah anak.

Ketika anak kecanduan bermain internet seperti game online misalnya, ini bisa berdampak negatif pada mental anak. Jika kecanduan, anak akan mengalami perubahan emosi negatif. Mulai dari mudah marah, kecanduan berlebihan, hingga lupa untuk bersosialisasi.

Kasus ini juga diungkap oleh Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Enjeline Hanafi, dalam acara Jauhkan Adiksi Gawai, Optimalkan Potensi Anak, Sabtu (2/10/2021).

“Salah satu masalah kesehatan jiwa yang mengancam di era digital adalah, kecanduan gawai atau internet,” ungkapnya.

Dari masalah tersebut, ia memaparkan bukti kasus yang telah dr. Enjeline temui. Dalam praktek adiksi perilaku akibat kecanduan internet, ia mengatakan ini terjadi pada laki-laki berusia 18 tahun.

“Mereka datang dibawa oleh orangtua nya karena anak bermain game online selama 18 jam sehari. Bahkan dia hanya di dalam kamar, tidak mau mandi, dan tidak mau berkomunikasi dengan orangtua,” ungkapnya.

“Yang menjadi perhatian orangtua adalah, selain tidak mengikuti pelajaran daring dengan baik, pasien ini menyakiti dirinya sendiri jika kalah bermain game online,” lanjut dr. Enjeline.

Dari kasus tersebut, ia mengatakan anak yang mengalami kekalahan bermain game online hingga menyakiti dirinya sendiri, antara lain mulai dari membenturkan kepalanya sendiri ke tembok hingga menyakiti tubuhnya.

“Selain itu, pasien ini juga menghabiskan uang untuk membeli berbagai aksesoris game yang diinginkan. Bahkan pernah dilaporkan kehilangan uang puluhan juta dari rekening orangtua nya,” ungkapnya.

“Ternyata rekening nya dialihkan ke anaknya, jadi orangtua sering ya membagikan pin ke anaknya untuk membeli pulsa atau segalanya. Sehingga anak tersebut bisa memindahkan uang ke rekeningnya,” pungkasnya.

 

loading...


Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com