• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Duh, Dokter Ungkap Paru-paru Rusak Akibat COVID-19 Susah Sehat Kembali

Jumat, 27 Agustus 2021 | 08:14 WIB
ilustrasi paru-paru. (Shutterstock)

KlikBabel.com - Dokter kembali mengungkap dampak buruk infeksi COVID-19 bagi kesehatan paru-paru.

Dilansir ANTARA, dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, mengatakan organ paru-paru yang pernah terinfeksi COVID-19 sulit kembali seperti semula.

"Terutama untuk kondisi medium sampai berat itu biasanya kembalinya lama dan kalau kita cek secara radiologis, gambarnya masih putih-putih atau ground-glass opacity (GGO)-nya masih ada," kata dr. Rudy menjelaskan.

Sama seperti kulit tergores yang akan menimbulkan bekas luka meski sudah sembuh, dr. Rudy menjelaskan peradangan atau kerusakan di paru-paru juga akan meninggalkan bekas.

Fungsi baru-paru juga akan berkurang sehingga butuh waktu lama untuk bisa mengembalikannya seperti semula.

"Tapi kalau kondisi ringan, GGO-nya tipis, bisa jadi lebih cepat," imbuhnya.

Sedangkan bagi orang yang memiliki komorbid diabetes, kata dr. Rudy, kadar gula darahnya akan berantakan pasca terinfeksi COVID-19. Penyebabnya adalah obat-obatan yang dikonsumsi selama masa perawatan.

"Ada beberapa obat yang membuat gula naik, infeksinya juga membuat gula jadi berantakan," katanya.

Hal itu membuat seseorang dengan komorbid diabetes memerlukan pengawasan ketat pasca terinfeksi COVID-19 dengan selalu melakukan observasi kadar gula darah dan mengatur kembali obat-obatan yang dikonsumsi.

Sementara itu, orang dengan komorbid penyakit jantung mungkin akan mengalami perubahan seperti pengurangan pompa jantung dan gangguan terhadap fraksi ejeksi.

Oleh karena itu, dr. Rudy menganjurkan bahwa pasca seseorang terkena COVID-19, wajib menerapkan pola makan sehat, olahraga, dan istirahat yang cukup.

"Tapi pola makan sehat dan olahraga yang seperti apa itu beda antara satu individu dengan individu lain," kata dr. Rudy.

"Jangan takut untuk konsultasi apalagi sekarang sudah banyak telemidisin. Jadi daripada dengar kata orang lain, kata tetangga, lebih baik konsultasi dulu untuk mengetahui langkah apa yang tepat untuk dilakukan supaya tidak salah, karena setiap orang berbeda," ucapnya.

 

loading...


Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com