• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com



Loading...
Loading...
Loading...

Kabar Baik, Kasus Harian Covid-19 Menurun Berkat PPKM Berlevel, Kemenkes Ungkap Datanya

Jumat, 20 Agustus 2021 | 08:50 WIB
Suasana mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan di hari pertama PPKM Darurat tampak sepi pengunjung, Sabtu (3/7/2021). [Suara.com/Yaumal]
Loading...
Loading...

KlikBabel.com - Hingga 17 Agustus 2021, jumlah kasus harian baru Covid-19 nasional, kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Jubir Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, berangsur menurun menjadi 20.741 kasus.

Selain itu, lanjut dia, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat secara nasional juga berangsur-angsur turun.

"Setelah sempat menyentuh angka 92.567 pasien yang dirawat di ruang perawatan isolasi maupun intensif di 22 Juli 2021 lalu, hingga 17 Agustus, pasien dirawat secara nasional turun menjadi 50.487 pasien," terang dr Nadia dalam siaran pers yang diterima Suara.com, baru-baru ini.

Untuk wilayah DKI Jakarta, sambungnya, jumlah pasien yang dirawat, baik di ruang perawatan isolasi maupun intensif, berjumlah 4.934 per 17 Agustus, atau tinggal 28% dari kapasitas ruang perawatan isolasi dan intensif yang mencapai 17.584.

"Begitu juga halnya dengan Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur," ujar dr. Nadia.

Dia menambahkan, pemerintah bekerjasama dengan seluruh pihak telah menerapkan PPKM Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM level 2, 3 dan 4 sesuai dengan dinamisnya perkembangan situasi di lapangan.

Sesuai dengan evaluasi mingguan yang dilakukan Kementerian Kesehatan menunjukkan terjadi penurunan kasus 17% dibandingkan pekan sebelumnya.

Penurunan kasus signifikan terutama terjadi di provinsi DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Maluku Utara.

Menurut dr. Nadia, pada pekan lalu, pemerintah mencatatkan angka testing rate sebesar 3,25 per 1000 penduduk per minggu.

Dia mengakui, angka ini menurun dibandingkan pekan sebelumnya. Akan tetapi yang tetap patut diapresiasi adalah seluruh provinsi telah mencapai testing rateminimal yang disyaratkan oleh WHO.

"Positivity rate nasional kita tercatat pada angka 21.4%, menurun dibandingkan minggu sebelumnya, dan kita berupaya untuk terus menurunkan positivity rate sambil mempertahankan upaya-upaya kesehatan masyarakat yang lain, yaitu penemuan kasus, testing, pelacakan dan isolasi, serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan," terang dr Nadia merinci.

Lebih lanjut ia memaparkan, positivity rate kurang 10% tercatat di DKI Jakarta, Riau, dan Banten. Pun dr. Nadia berharap dapat terjadi di provinsi lain.

Capaian positif lain, lanjutnya, adalah tidak ada provinsi yang melaporkan Bed Occupancy Ratio (BOR) lebih 80%. Sedangkan untuk BOR ICU lebih 80% dilaporkan di Sumatera Utara.

dr. Nadia juga mengungkapkan terjadi penurunan angka kematian sebesar kurang lebih 8% dibandingkan pekan sebelumnya.

Sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa angka kematian dinilai per 7 hari dikarenakan akan memberikan gambaran yang lebih tepat, mengingat ada kematian yang belum dilaporkan secara real timesehingga masih terlihat fluktuatif perhari secara absolut.

Selain itu yang paling penting, kata dr. Nadia, menilai tren dari angka kematian tersebut per pekannya.

"Kami berharap hal ini menjadi tanda positif semakin menurunnya angka kematian di minggu-minggu kedepan," ujarnya.

Dengan penurunan BOR di rumah sakit-rumah sakit, dr. Nadia juga berharap seluruh pasien Covid-19 yang bergejala berat dan membutuhkan perawatan rumah sakit bisa mendapatkan perawatan yang selayaknya sesuai standar sehingga mampu menurunkan angka kematian.

"Hal ini juga bisa menjadi bukti keberhasilan vaksinasi kita bahwa vaksin yang kita gunakan mampu untuk mencegah kasus parah dan juga kematian akibat Covid-19," terangnya.

Atas kerja keras semua pihak, DKI Jakarta misalnya, kata dr Nadia, mampu menekan angka penambahan kasus dan angka kematian Covid-19 di level lebih rendah dibandingkan periode awal dilaksanakannya PPKM.

Menurutnya, berbagai pembatasan kegiatan masyarakat serta penguatan prokes memainkan peran di provinsi DKI Jakarta dalam menurunkan laju penularan penyakit dan juga sekaligus meningkatkan kapasitas respon penanggulangan pandeminya.

"Dengan upaya yang masif untuk penanggulangan Covid-19 melalui peningkatan testing, penguatan pelacakan kontak erat, kegiatan isolasi/karantina dan penguatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, mampu untuk menekan dan tentu meringankan sistem kesehatan yang ada di provinsi DKI Jakarta," tutup dr. Nadia.

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com