• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Wujudkan Swasembada Daging, Komisi II DPRD Babel Sasar Peternakan Sapi Di Balai Benih

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:24 WIB
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyambangi Peternakan Sapi di Balai Benih Pertanian dinas pertanian dan ketahanan pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,di Jalan Raya Penagan, Desa Air Buluh, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, kamis (22/07/2021)

KlikBabel.com - Guna mewujudkan Swasembada daging di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang di komandoi Adet Mastur, didampingi  anggota Komisi II DPRD Babel, antara lain, Mansah, Arbiyanto, Warkamni dan Edi Junaidy Foe, menyambangi Peternakan Sapi di Balai Benih Pertanian dinas pertanian dan ketahanan pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam rangka memperoleh data informasi Peternakan sapi, komisi II ingin melihat secara langsung keberadaan balai, apa saja yang telah dilakukan balai benih, untuk melihat beban kerja. Pasalnya, pada APBD 2022 mendatang akan Mengakomodir apa saja yang menjadi keluhan, saran dan aspirasi dan kekurangan  maupun yang menjadi kendala di balai benih pertanian,  rencananya, akan diakomodir di APBD tahun 2022 mendatang, sehingga swasembada daging dapat segera terwujud.

Ketua komisi II DPRD Babel, Adet Mastur, menjelaskan, Provinsi kepulauan bangka belitung melalui dinas pertanian punya program yakni bantuan bibit sapi, yakni sapi yang untuk pengembangbiakan dan sapi untuk penggemukan, yang akan disalurkan kepada para kelompok tani.

"Program-program itulah yang akan kita lakukan demi mencapai swasembada daging. Maka dari itulah kami ingin meninjau persiapan dan kesiapan, dan juga ingin mendapatkan informasi jenis sapi apa yang cocok untuk di bangka belitung ini", jelasnya, di Jalan Raya Penagan, Desa Air Buluh, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, kamis (22/07/2021)

Menurutnya, berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan komisi II ke kelompok tani, bahwa banyak para kelompok tani sapi mengeluhkan bahwa Sapi PO tersebut tidak cocok di Babel, sedangkan jenis Sapi yang cocok di Babel yakni jenis sapi Bali.  

" Kalau menurut bapak/ibu disini dalam melakukan penelitiannya, pemeliharaan nya, jika memang tidak cocok sapi jenis PO, bagaimana caranya", tanyanya.

Politisi Dari fraksi PDIP Adet Mastur, menyarankan, agar balai benih pertanian untuk dapat membuat program kegiatan sebagai bentuk edukasi  yang di peruntukkan bagi para kelompok tani, sehingga tingkat keberhasilannya para kelompok tani dapat terwujud.

"kalau edukasi belum pernah diberikan maka mari kita buat edukasi nya apakah dalam bentuk pelatihan ataupun magang,  ini yang mesti kita lakukan. Biar ditahun anggaran 2022 kalau tadinya belum punya anggaran dan program kita buatkan program dan anggaran nya", sarannya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Yuhendra, kepala seksi produksi BBP, mengatakan, di balai benih melakukan peternakan di dua komoditi, yakni peternakan ayam merawang dan peternakan Sapi.

Sapi ada dua jenis yaitu sapi lokal Bali dan sapi Brahman. ditahun 2018, hibah dari kementerian pertanian yakni 65 ekor sapi brahman betina BX impor.

"Pertambahan populasi itu memang karena anggaran nya dari tahun 2018, 2019, 2020 sampai 2021 terus menurun,  sementara populasinya keatas anggaran nya kebawah.  Tidak sebanding dengan yang harus kita perbuat disini", ungkap nya.

Menurutnya, balai benih pertanian ditargetkan untuk pelayanan retribusi di tahun 2020 - 2021 terlalu tinggi, yakni sekitar 1,7 Miliar, pasalnya, anggaran yang didapatkan di tahun 2021 hanya cukup untuk pembibitan ternak, sedangkan untuk produksi sawit dan Lada tidak bisa dijalankan karena tidak ada anggaran yang mendukung.

"Banyak harapan kami disini, pertama untuk membentuk lagi potensi PAD dari segi produksinya, namun dari segi anggaran kita tidak dapat dukungan lebih",terangnya.

loading...


Penulis  : Mrs.Amanda
Editor    : septiani
Sumber : KlikBabel.com