• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Viral Aksi Warga Bakar Kuburan Jenazah Pasien Covid-19 Pakai Ban Bekas

Senin, 24 Mei 2021 | 14:57 WIB
Warga bakar kuburan jenazah pasien covid-19. (Instagram/medantau.id)

KlikBabel.com - Beredar sebuah video di jejaring media sosial memperlihatkan kobaran api di tengah-tengah pemakaman.

Kejadian tersebut disaksikan oleh warga sekitar. Warga tampak berteriak sembari melihat kobaran api tersebut.

Video itu diunggah oleh akun Instagram @medantau.id. Berdasarkan unggahan tersebut, peristiwa itu terjadi lantaran warga menolak proses pemakaman jenazah yang diduga pasien covid-19.

Unggahan tersebut menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi di Kota Sidempuan, Sumatera Utara.

Warga tak terima dengan petugas yang memakamkan jenazah pasien covid-19 di tempat pemakaman umum tersebut.

Mereka pun akhirnya menolak dengan membakar kuburan menggunakan ban bekas.

"Warga Kelurahan Aek Tampang Kota Sidempuan Sumatera Utara bakar kuburan warga yang diduga meninggal karena covid-19 menggunakan ban bekas," tulis akun tersebut, dikutip Beritahits.id.

Dalam tayangan itu, warga tampak berkumpul di pemakaman tersebut sembari berteriak.

Mereka ikut melihat proses pembakaran kuburan jenazah covid-19 tersebut.

Dalam video terlihat kobaran api membumbung tinggi. Sementara itu, warga hanya melihat kebakaran tersebut tanpa ada yang ingin memadamkan api tersebut.

Usut punya usut, aksi tersebut dilakukan karena warga kesal dengan petugas yang memakamkan pasien covid-19 di tempat pemakaman umum.

"Warga kesal karena petugas memakamkan pasien yang diduga covid di tempat pemakaman umum," lanjut akun tersebut.

Video unggahan itu pun ramai dikomentari oleh warganet. Aksi warga yang membakar kuburan itu dikecam oleh warganet.

"Nggak punya hati apa macem mana nih manusia-manusia," tulis warganet.

"Aduh jauh kali pengetahuannya, kok kayak gitu sih, dosa kalian sekampung itu," balas warganet.

"Yaampun jahatnya," ujar warganet.

"Pada gila ini warganya, nggak paham atau kurang edukasi dari pemda setempat untuk masalah covid, dosa beramai-ramai itu mah jadinya," komentar warganet.

 

loading...


Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com