• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


KRI Nanggala 402 Tenggelam Ditembak Rudal Kapal Selam Prancis Jelas Hoaks

Rabu, 28 April 2021 | 14:21 WIB
KRI Nanggala 402 saat di perairan [bennybery/dok]

Klikbabel.com - TNI Angkatan Laut membantah narasi yang menyebut KRI Nanggala 402 tenggelam karena ditembak oleh rudal kapal selam nuklir angkatan Laut Prancis SSN Emeraude.

Spekulasi itu jelas hoax. Penjelasannya, dari segi waktu saja, kapal selam nuklir Emeraude memang tidak berada di perairan Indonesia saat KRI Nanggala tenggelam.

Sebelumnya, narasi yang mengaitkan KRI Nanggala dengan kapal selam nuklir SSN Emeraude ini muncul karena kapal AL Perancis itu sempat menyelam di Selat Sunda dalam sebuah misi.

Cek Fakta. Dikutip dari Navalnews, kapal selam nuklir Emeraude memang sempat menyelam di Selat Sunda pada Februari lalu, dalam rangka misi panjang di Samudera Pasifik.

Menurut laman Navalnews, kapal selam nuklir SSN Emeraude menuju perairan Filipina dengan melewati Guam, Palung Mariana, Australia, Selat Sunda lanjut ke Laut China Selatan dan berakhir ke perairan Filipina.

Setelah misi tersebut, kapal selam nuklir Emeraude dilaporkan telah kembali ke pangkalan Angkatan Laut Prancis di Toulon untuk menjalani perawatan. Kapal Emeraude tiba di pangkalan tersebut pada 7 April 2021.

Dikutip dari hops.id, jejaring media suara.com, Science communicator dan Creative Director Channel Edukasi Nous ID, Muhammad Faiz Rahman, menjelaskan perawatan kapal selam Emeraude jelas enggak bisa berlangsung singkat, walaupun prosesnya dikebut.

"Turnover persiapan berlayar SSN (SSN = designasi kapal selam nuklir), enggak bisa kelar sehari dua hari, mau Emeraude ngebut sekalipun, dia enggak bakalan sampai di Laut Bali pada hari tenggelamnya KRI Nanggala. Jadi udah jelas isunya Hoax ya!" tulis Faiz Rahman soal narasi Nanggala ditembak rudal nuklir dalam utasannya di Twitter, dikutip Rabu 28 April 2021.

Sepengetahuan Faiz Rahman, kapal selam yang menjalani perawatan jangka panjang ini enggak mungkin pulang pergi berkeliaran. Sebab proses perawatan ini butuh waktu.

"Emeraude aslinya juga udah di-deploy oleh Perancis sejak 2020 lalu dalam rangka penugasan jangka panjang. Normalnya, kapal selam nuklir pasca satu penugasan panjang pasti akan ada lengthy maintenance, kapalnya nggak bakalan disuruh jalan-jalan selama beberapa bulan sampai seluruh maintenance & checknya kelar," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Faiz Rahman menegaskan mustahil banget Emeraude bisa tiba-tiba nongol di perairan Indonesia di waktu tenggelamnya Nanggala. Nah fakta lainnya yakni soal aktivitas kapal selam nuklir Emeraude yang lewat Selat Sunda pada Februari lalu.

Saat Emeraude lewati Selat Sunda, malahan TNI AL mengawalnya dengan menggelar latihan bersama beberapa KRI. Latihan bersama ini sekaligus untuk mengawal kapal selam Emeraude nggak macam-macam kala melewati Selat Sunda gitu. TNI AL mengatakan latihan bersama ini merupakan upaya menjaga kedaulatan dan pertahanan negara.

Dalam latihan bersama Perancis itu, TNI AL mengerahkan tiga kapal perangnya, yakni KRI Barakuda 633, KRI Tenggiri 865, dan KRI Cakalang-852.

 

 

loading...


Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com