• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Recycling Generation Menyelenggarakan Hari Lahan Basah Sedunia di Desa Penyampak

Selasa, 02 Februari 2021 | 15:06 WIB
Recycling Generation mengkampanyekan kepada generasi muda untuk peduli terhadap kawasan lahan basah yang dilakukan di Desa Penyampak Sebagai Desa Binaan Recycling Generation. Selasa (02/02/2021)
Loading...

Klikbabel.com - Bangka Barat, Memperingati Hari Lahan Basah Sedunia’ akibat Degradasi dan kerusakan lingkungan turut meningkatkan kerawanan ekosistem terhadap bencana yang mulai dirasakan oleh masyarakat, sehingga membuat Komunitas Recycling Generation mengkampanyekan kepada generasi muda untuk peduli terhadap kawasan lahan basah yang dilakukan di Desa Penyampak Sebagai Desa Binaan Recycling Generation. Selasa (02/02/2021)

Lahan basah meliputi sebagian kecil dari permukaan bumi ini,  namun merupakan sistem yang sangat penting  bagi alam seperti pembuluh darah bagi seluruh bentang alam. Kekayaan alamnya sangat besar dan penting untuk kehidupan manusia. Lahan basah berfungsi sebagai sumber dan pemurni air, pelindung pantai dan penyimpan karbon terbesar di planet ini. Lahan basah juga sangat penting untuk pertanian dan perikanan. Oleh karenanya dunia tanpa lahan basah seperti dunia tanpa air.

Orie Fachridho Hermawan Selaku Founder Recycling Generation, mengatakan kegiatan ini kita lakukan untuk memberikan edukasi secara nyata untuk peserta yang mengikuti aksi di Sungai Pengalen hingga dibimbing langsung oleh Komunitas Recycling Generation agar dapat menumbuhkan rasa peduli bagi generasi muda dari seusia dini terhadap lingkungan disekitarnya, dengan adanya momen Hari Lahan Basah Sedunia ini mengingatkan kita kembali akan arti penting lahan basah yang sering terlupakan. Dimana pun lahan basah itu berada, baik di tengah hutan, di hulu sungai, maupun di tengah hiruk pikuk perkotaan, semuanya perlu dirawat, dijaga, dan dikelola dengan baik secara terintegrasi supaya kita terhindar dari permasalahan krisis air (dalam berbagai bentuk). Lahan basah adalah hal yang berharga dan bukannya sesuatu yang tanpa makna.

Beberapa dekade terakhir bahkan bencana meningkat secara drastis, seiring dengan semakin parahnya perubahan iklim yang berkontribusi terhadap cuaca yang lebih ekstrim dan semakin tidak terduga. Lahan basah yang kondisinya masih baik  haruslah dijaga dan dipertahankan, sementara lahan basah yang telah terdegradasi dan rusak harus segera dipulihkan dan dikembalikan fungsi serta manfaatnya, agar ekosistem kembali menjadi kuat. Ekosistem lahan basah yang kuat akan mengurangi risiko bencana bagi ekosistem itu sendiri dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Dea Riska Oktavira, sangat senang bisa berkomunikasi langsung bersama adek-adek di Desa Penyampak. Mereka sangat semangat berkegiatan bersama dalam memperingati Hari Lahan Basah Sedunia di Sungai Pengalen dimana saat saya memberikan edukasi kepada mereka saya merasakan sesuatu yang baru, hingga sangat luar biasa sekali dikarenakan mereka sangat antusias dan aktif dalam bertanya tentang edukasi sungai yang saya sampaikan dan mereka sangat kompak saat bermain games, harapan saya semoga adek-adek selalu semangat belajar dan aktif dalam berkegiatan karena merekalah generasi yang diharapkan untuk kemajuan desannya.

Sementara itu, Ketua Bumdes Desa Penyampak, Ova Saputra mengatakan sangat senang dan banyak terimakasih kepada teman-teman dari Recycling Generation karena sudah menyelenggarakan Hari Lahan Basah Sedunia di Desa Penyampak dengan cara memberikan edukasi, bagaimana cara kita untuk peduli terhadap lingkungan kepada anak-anak di Desa Penyampak ini melalui materi-materi yang telah diberikan.
 Saya berharap dengan adanya binaan dari Komunitas Recycling Generation akan berdampak positif demi kemajuan desa kami agar meningkatkan kualitas Pemuda Pemudi untuk bisa memanfaatkan potensi desa Seperti Ekowisata Sungai Pengalen secara berkelanjutan.

Loading...
loading...


Penulis  : Mrs.Amanda
Editor    : Amanda
Sumber : klikbabel.com