• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Tingkat Kemiskinan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2020 Masih Terendah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Jumat, 18 Desember 2020 | 14:20 WIB
Audiensi terkait rilis angka Kemiskinan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2020. Diskominfo Bangka Barat.

KlikBabel.com, Muntok - Sekda Bangka Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat melakukan audiensi tentang rilis angka Kemiskinan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2020, bertempat di Ruang Kerja Sektretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Kamis (17/12/2020).

Berdasarkan data dari BPS periode Maret 2020, jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan) di Kabupaten Bangka Barat pada tahun 2020 berjumlah 5.830 jiwa (2,7%). Jumlah tersebut mengalami sedikit kenaikan jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada 2019 yang jumlahnya 5.630 jiwa (2,67%).

"Kabupaten Bangka Barat pada tahun 2020 merupakan kabupaten dengan tingkat kemiskinan paling rendah di antara kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Kepala BPS Kabupaten Bangka Barat, Zainubi dalam audiensi dengan Sekretaris Daerah, Drs.Muhammad Soleh, M.AP .

Garis Kemiskinan Kabupaten Bangka Barat kondisi tahun 2020 sebesar Rp 589.894 per kapita per bulan, meningkat jika dibandingkan tahun 2019 yang besarnya Rp 549.946 per kapita per bulan.

Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk kebutuhan pokok makanan dan bukan makanan yang setara 2100 kkal perkapita perhari pada tahun 2020 adalah sebesar Rp 589.894/kapita/bulan. Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran konsumsi perkapita di bawah garis kemiskinan maka dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Kemudian pada periode 2019-2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kabupaten Bangka Barat turun dari 0,31 pada 2019 menjadi 0,23 pada 2020. Angka yang turun ini menjelaskan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan.

"Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan, dari 0,07 pada 2019 menjadi 0,04 pada 2020. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin dan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin rendah/kecil selama setahun terakhir," ujar Zainubi.

Sekda Bangka Barat, Drs. Muhammad Soleh, M. AP yang baru dilantik tertanggal 15 Desember 2020 mengapresiasi rilis angka kemiskinan Kabupaten Bangka Barat dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik antara BPS Kabupaten Bangka Barat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat.

“Walaupun angka kemiskinan sedikit mengalami kenaikan, kita tetap mengapresiasi hasil kerja OPD, pemerintah pusat, pihak swasta dan banyak pihak lain yang terlibat dalam upaya menekan angka kemiskinan khususnya di Kabupaten Bangka Barat serta angka paling rendah antara kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," katanya.

Diakhir pertemuan, Sekda berharap dengan kerja sama yang baik antara seluruh stakeholder di Kabupaten Bangka Barat, angka kemiskinan dapat ditekan atau bahkan diturunkan di tahun mendatang.

loading...


Penulis  : Farah
Editor    : Geges
Sumber : Diskominfo Bangka Barat