• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Emas Anjlok Hingga 36 Dollar, Efek Optimisme Potensi Vaksin Covid-19?

Kamis, 10 Desember 2020 | 09:02 WIB
Sumber: Suara.com

Klikbabel.com - Emas jatuh hampir dua persen pada akhir perdagangan pada Kamis pagi (WIB) usai sebelumnya sempat menguat dua hari berturut-turut.

Hal ini merupakan dampak optimisme yang didorong oleh lebih banyak kemajuan pada vaksin COVID-19 mendorong harapan untuk pemulihan ekonomi yang lebih mulus.

Kontrak emas paling aktif pada pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, anjlok 36,4 dolar AS atau 1,94 persen menjadi ditutup pada 1.838,50 dolar AS per ounce.

Satu hari sebelumnya, Selasa (8/12/2020), emas berjangka bertambah 8,9 dolar AS atau 0,48 persen menjadi 1.874,90 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 26 dolar AS atau 1,41 persen menjadi 1.866,00 dolar AS pada Senin (7/12/2020), setelah turun 1,10 dolar AS atau 0,06 persen menjadi 1.840,00 dolar AS akhir pekan lalu (4/12/2020), dan naik 10,9 dolar AS atau 0,6 persen menjadi 1.841,10 dolar AS pada Kamis (3/12/2020).

“Ada antisipasi bahwa beberapa kekacauan yang diakibatkan oleh pandemi akan mereda, mereka (sekarang) mulai menyebarkan vaksin di beberapa bagian dunia,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments, melansir Antara.

Pada Rabu (9/12/2020) kemarin, Kanada menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech, sehari setelah Inggris menjadi negara Barat pertama yang memulai kampanye vaksinasi massal.

Selain faktor terseut, emas juga ditekan kenaikan mata uang dolar AS.

Meski demikian, emas yang mdianggap memiliki nilai lindung terhadap potensi inflasi masih naik lebih dari 20 persen untuk tahun ini, didukung oleh harapan lebih banyak stimulus fiskal.

Pandemi yang diperkirakan belum akan turun secara signifikan dalam jangka pendek membuat anggota parlemen di Amerika Serikat berusaha untuk menuntaskan kesepakatan tentang paket dukungan fiskal baru.

ikuidasi ETF (exchange traded funds) emas menjadi ancaman terbesar bagi harga emas sendiri. Sehingga, permintaan menjadi lebih lemah.

Analis HSBC James Steel mengatakan dalam sebuah catatan, memotong perkiraan harga 2021 sebesar tiga persen menjadi 1.907 dolar.

Meski harga emas terhambat oleh berita vaksin, emas batangan tetap didukung oleh kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif dan risiko geopolitik, bank menambahkan.

"Investor saat ini menunggu isyarat kebijakan dari pertemuan dua hari Federal Reserve AS pada minggu depan. FOMC yang dovish akan menghidupkan kembali reli emas," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA.

Logam mulia lainnya, perak turun pada Maret sebesar 74,6 sen atau 3,02 persen dan ditutup pada 23,99 dolar AS per ounce.

Sementara, platinum untuk pengiriman Januari juga turun 18,5 dolar AS atau 1,78 persen pada harga 1.018,5 dolar AS per ounce.

loading...


Penulis  : -
Editor    : Geges
Sumber : Suara.com