• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Studi Ini Jelaskan Mengapa Perempuan Lebih Overthinking dari Laki-laki

Rabu, 16 September 2020 | 14:52 WIB
Ilustrasi.
Loading...

KlikBabel.com - Ada sebuah stereotip populer yang mengatakan bahwa perempuan lebih sering memikirkan banyak hal dibanding laki-laki. Nyatanya, stereotip tersebut terbukti benar berkat sebuah survei pencitraan otak terbesar yang pernah dilakukan.

Menganalisis data lebih dari 45.000 hasil penelitian, para periset di Amen Clinics California menyimpulkan bahwa otak perempuan secara signifikan lebih aktif daripada laki-laki.

Dikatakan juga, aliran darah di otak perempuan jauh lebih tinggi dibanding laki-laki sehingga dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk fokus dan berempati namun juga rentan merasa cemas.

Subjek penelitian termasuk 119 sukarelawan sehat dan 26.683 pasien dengan berbagai kondisi kejiwaan seperti trauma otak, gangguan bipolar, gangguan mood, skizofrenia atau gangguan psikotik, dan ADHD.

Secara total, 128 daerah otak dianalisis terlebih dahulu saat peserta beristirahat dan dilanjutkan saat melakukan tugas konsentrasi.

Dikatakan peneliti, temuan tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan beberapa argumen yang biasa terjadi pada pasangan.

Para ilmuwan bahkan menambahkan, temuannya menawarkan wawasan penting mengapa kelainan otak tertentu lebih sering terjadi pada perempuan seperti Alzheimer dan ADHD pada laki-laki.

Otak perempuan ditemukan jauh lebih aktif daripada laki-laki, terutama pada dua wilayah yaitu korteks prefrontal yang terkait dengan kontrol fokus dan impuls, dan sistem limbik, yang dikaitkan dengan suasana hati dan kecemasan.

Sementara untuk laki-laki, bagian otak yang lebih aktif khususnya ada pada pusat penglihatan dan koordinasi otak. Ini juga merupakan sebuah jawaban mengapa perempuan cenderung menunjukkan kekuatan yang lebih besar di bidang empati, intuisi, kolaborasi, pengendalian diri dan perhatian yang tepat.

Peneliti juga dapat menjelaskan peningkatan kerentanan perempuan terhadap kecemasan, depresi, insomnia dan gangguan makan. Penelitian dilakukan dengan melihat studi pencitraan tomografi emisi foton emisi tunggal atau SPECT.

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : Geges
Sumber : Suara.com