• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Zona Hijau dan Kuning Boleh Pembelajaran Tatap Muka

Rabu, 02 September 2020 | 23:41 WIB
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs.Suparyono dan Plt.Kadin Pendidikan dan Kebudayaan, Edi Supriadi mengikuti rapat daring yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (ist)

KlikBabel.com, Pangkalpinang - Asisten bidang Pemerintah dan Kesra, Drs.Suparyono serta Plt Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Edi Supriadi mengikuti rapat daring yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (2/9/2020) diruyang juga dihadiri pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Dalam rakor ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyatakan bahwa kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi covid-19.

Hal ini didisampaikannya dalam rapat koordinasi tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi covid-19.

"Tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan saat ini," jelas Nadiem.

Pada Revisi SKB empat menteri tentang penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi covid-19, pembelajaran tatap muka diperbolehkan di zona hijau dan kuning dengan tetap mendapat persetujuan dari pemda didaerah masing-masing dan orang tua peserta didik.

Sedangkan untuk daerah yang berada di zona Oranye dan merah tetap pembelajaran sistem daring, dilarang pembelajaran tatap muka.

Sedangkan menurut Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang juga hadir dalam rapat mengatakan data zonasi sangat penting dan harus tergambar dengan akurat.

Selain 3M (masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) pemerintah daerah juga diharapkan melaksanakan dengan baik 3T (testing, tracing, treatment) agar sektor pendidikan tidak menjadi kluster penyebaran covid-19.

"Perbanyak testing dan masukan juga indikator lainnya seperti angka kesembuhan dan angka kematian sehingga data benar-benar akurat," tambah Tito.

Mendikbud menambahkan bagi sekolah yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Jarak antar siswa sekitar 1,5 meter dengan maksimal jumlah siswa 18 peserta di pendidikan dasar dan menengah, SLB 5-8 orang sedangkan PAUD 5 peserta.

Jadwal pembelajaran dengan sistem pergiliran rombongan belajar (shift) yang jumlah hari dan jam belajar ditentukan masing-masing satuan Pendidikan sesuai situasi dan kebutuhan.

Nadiem juga mengatakan kemendikbud sudah mengeluarkan kurikulum darurat guna meringankan kesulitan pembelajaran dengan menyediakan modul-modul panduan untuk guru, orang tua, dan siswa yang tersedia di website kemendikbud.

Namun tetap satuan Pendidikan dapat memilih dari opsi kurikulum, entah itu menggunakan kurikulum darurat, kurikulum nasional atau menggunakan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Tambah Mendagri apabila diputuskan akan pembelajaran tatap muka, daerah sebaiknya melaksanakan simulasi terlebih dahulu agar stakeholder di sekolah beradaptasi dengan kehidupan baru dalam proses belajar mengajar.

"Pemda untuk membantu menyiapkan anggaran membantu sekolah memenuhi protokol kesehatan dalam kesiapan pembelajaran," ingat Tito.

Mengenai bantuan penyediaan kuota bagi peserta didik dan pendidik, Tito juga mengingatkan agar sekolah mengisi data di daftar pokok pendidikan dengan cepat sehingga dapat cepat dieksekusi pemerintah.

loading...


Penulis  : Farah
Editor    : Ayu
Sumber : KlikBabel.com