• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Molen : Kita Tawarkan Konsep Struktur Merubah Kultur

Selasa, 30 Juni 2020 | 15:16 WIB
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat menjadi Pembicara dalam Kuliah Umum di Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atma Luhur dengan tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Menuju Masyarakat Digital di Kota Pangkalpinang”melalui Zoom Meeting, Senin (29/6/20)di rumah Dinas Walikota Pangkalpinang.
Loading...

KlikBabel.com, Pangkalpinang - Meningkatkan suatu daerah itu perlu ada brandingnya, ada icon tersendiri sebagai daya ungkitnya agar dikenal orang luar.Hanya saja agar dikenal orang perlu adanya nilai tambahnya yaitu sesuatu yang berbeda dengan daerah lain.

“Seperti hari ini, nama saya Maulan Aklil atau Molen, tapi satu-satunya Walikota se-Indonesia yang namanya Molen cuma saya, jadi pisang molen itu jadi walikota,”canda Molen.

Hal ini dipaparkan oleh Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat menjadi  Pembicara dalam Kuliah Umum di Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atma Luhur dengan tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Menuju Masyarakat Digital di Kota Pangkalpinang”melalui Zoom Meeting, Senin (29/6/20)di rumah Dinas Walikota Pangkalpinang.

Molen juga, memperkenalkan Destar atau ikat kepala yang dibentuk dari kain batik segitiga yang merupakan ciri khas yang digunakan pahlawan Depati Amir dan akan menjadi branding di Kota Pangkalpinang.

Selain itu, untuk merubah suatu daerah dengan pola pikir atau mindset dan kultur yang telah ada perlu adanya konsep yang baik dan dirinya pun menawarkan konsep berupa struktur merubah kultur.

“Infrastruktur kita bangun dengan demikian kultur akan mengikuti.Sebagai contoh kita bikin bola-bola dipinggir-pinggir jalan, awalnya saya diomongin macam-macam, kemudian lampu-lampu kita terangkan.Kita juga buat satgas smile dimana 84 mobil sampah kita dengan branding semuanya warna pink, kita buat seperti itu salah satunya dengan demikian kultur masyarakat kita mengikuti,”terang Molen.

Awalnya mengapa menggunakan warna pink, karena tanpa masyarakat sadari jika ada dua mobil sampah yang satunya warna pink dan satunya warna kuning, orang akan lebih percaya warna pink sebagai penjaga kebersihan secara psikologis.

“Dan akhirnya Pangkalpinang, tanpa mereka sadari akan cinta kebersihan dan boleh ceklah Pangkalpinang lumayan bersih dari yang dulu dan kecintaannya beda,”ungkap Molen.

Molen juga menceritakan pengalamannya saat bersepeda mengelilingi Kota Pangkalpinang, dimana pernah suatu waktu ada seorang ibu-ibu yang memarahi dirinya karena memungut sampah yang dibuang sang ibu dan meminta agar tidak membuang sampah itu sembarangan.

Begitu juga bola-bola yang dibangun dipinggir-pinggir jalan, pelan tapi pasti awalnya masyarakat bingung untuk apa kegunaannya namun akhirnya masyarakat juga mengerti kegunaannya yaitu untuk melindungi trotoar-trotoar agar tidak berjualan diatas trotoar  dan tidak parkir sembarangan hanya saja semua itu perlu proses.

 

Loading...
loading...


Penulis  : Farah
Editor    : Amanda
Sumber : klikabel.com