• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Dokter Bangun KKP Sebutkan Banyak Faktor Yang Menentukan Covid-19

Selasa, 30 Juni 2020 | 15:55 WIB
Dokter Bangun KKP Sebutkan Banyak Faktor Yang Menentukan Covid-19, Selasa (30/06/2020)
Loading...

KlikBabel.com, Pangkalpinang - Tidak terdeteksinya penularan covid-19 dari penderita positif ke orang yang berinteraksi erat dengan penderita tidak hanya terjadi pada kasus Temberan dan Toboali.

Dari 152 kasus yang terdata di seluruh Babel, ada 39 kasusnya juga tidak menularkan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo mengatakan ini memang perlu pengkajian dan analisa yang cukup.

"Kalau kita mau menganalisis itu kita harus melihat orang, lingkungan dan resiko penularannya seperti apa. Pada intinya covid-19 ini memang ada dan menularkan, proses tracking yang cepat dan tepat perlu ditekankan untuk mengurangi penyebaran itu," kata dr Bangun, Selasa (30/06/2020)

dr Bangun menyebutkan ada banyak faktor yang menentukan terpapar covid-19 atau tidak.

"Diagnosis itu banyak pilihan dari swab tenggorokan dan hidung, darah banyak faktor resiko bisa saja faktor pengambilan swabnya tidak tepat, ini butuh dikaji secara serius," jelasnya

Namun menurutnya hasil swab yang dikeluarkan sebenarnya memang sudah terpercaya dan teruji.

"PCR ataupun TCM sudah menggunakan metode yang sama namun cara membacanya saja yang berbeda namun menghasilkan hasil yang sama karena alat swab kita ini sudah teruji oleh kementrian kesehatan," bebernya

Dia menutrkan ada dua alat penguji swab di Babel seperti Tes Cepat Molekuler (TCM) dan Polymerase Chain Reactio (PCR), PCR juga bisa membaca virus yang sejenis atau masih kelompok covid-19.

"Kalau kita melihat virus itu kita tidak bisa melihat sepotong-sepotong, kita harus benar-benar melihat tipe virusnya seperti apa. Bisa saja yang menyerang itu masih sefamily dengan covid-19 tapi itu kita masih belum tau, ini perlu pengkajian dan anlisa yang lebih lanjut," jelasnya

Dia memisalkan seperti kasus Toboali yang juga tidak berpotensi menularkan, menurutnya bisa saja dari pihak keluarga kasus Toboali di dalam tubuhnya mempunyai faktor genetik yang memiliki sistem imun lebih bagus sehingga tidak mudah tertular.

"Intinya data-data surveilans dan data epidemiologi itu sangat penting untuk kita mengambil kebijakan dan intervensi secepatnya. Kalau kita lihat dari yang 39 itu memang tidak ada dampaknya tapi dari yang 7 kasus itu dampaknya sangat besar," tuturnya

Menurutnya jika melihat dari dua kasus di MT Gebang dan KK Singkep penularannya cukup banyak. Itu bisa saja disebabkan oleh lingkungannya yang memang sangat memungkinkan untuk terjadi penularan yang cukup banyak.

"Yang pertama paling banyak itu di alat angkut, kalau kita lihat memang kondisi lingkungan sirkulasinya tertutup sehingga resiko penularannya akan meningkat. Di kasus berikutnya juga sama lingkungannya memang berpotensi menularkan dengan cepat," jelasnya

Secara menyeluruh di Babel proses trackingnya cukup bagus sehingga penemuan kasus terpetakan, bisa terlokalisir dan kasusunya tidak menyebar.

"Secara umum garis besar penemuan kasus di Babel ini cukup bagus, penularanya cepat dibatasi oleh kerjasama tim gugus tugas provinisi, kabupaten/kota, serta Dinkes Provinsi dan Kabupaten/kota,"tuturnya

Loading...
loading...


Penulis  : Mrs.Amanda
Editor    : Amanda
Sumber : klikbabel.com