• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sedikitnya Minat Beli Helm di Pangkalpinang

Rabu, 17 Juni 2020 | 14:03 WIB
Toko helm di Pasar Pembangunan Pangkalpinang. KlikBabel.com/mg- Mitrya.

KlikBabel.com,  Pangkalpinang – Daya beli helm di kota Pangkalpinang sepi peminat, padahal helm merupakan alat wajib bagi pengendara bermotor. Hal ini sesuai dengan peraturan hukum yang mengatur tentang wajibnya menggunakan helm yaitu Undang-Undang Pasal 57 ayat (1) jo ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU No. 22/2009”) yang berbunyi :

(1). Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.

(2). Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm Standar Nasional Indonesia.

Selain itu, Pasal 106 ayat (8) UU No. 22/2009 mengatur bahwa:

“Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor dan penumpang  sepeda motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.”

Jadi, berdasarkan ketentuannya pengendara motor baik pengemudi maupun penumpang diwajibkan menggunakan helm dengan (SNI) Standar Nasional Indonesia. Apabila melanggar, ancaman atas pelanggaran tersebut diatur dalam Pasal 291 UU No. 22/2009 yang berbunyi :

(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda motor tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Salah satu pedagang toko helm yang didatangi oleh KlikBabel.com di Pasar Pembangunan Pangkalpinang di Jalan Jl. Letkol. Rusli Romli Pangkalpinang yaitu Atep (63) mengatakan dirinya sudah berjualan di pasar ini sejak tahun 2000-an lalu, namun dia mengaku minat beli masyarakat Pangkalpinang dalam membeli helm sangat minim. Meskipun pembeli helm sepi peminat, dirinya bersama istri tetap menjalankan usaha toko helm di pasar modern, Selasa (16/06/2020).

“Ku jualan sejak tahun 2000 an lah, dari dulu toko ku disini lah, selame ku jualan ni emang sepi orang beli helm, dari sebelum ade btc sampe sekarang lah ade btc dak berubah tetep sepi.” Ujar Atep.

Atep menyatakan Helm yang paling laku ditokonya yaitu helm GM dan Bogoo. Sekarang  tidak hanya menjual helm, Atep juga menjual oli mesin, ban motor dan beberapa spare part motor untuk menambah kelengkapan barang yang dia ingin jual dalam tokonya.

Dengan pernyataan yang dilontarkan oleh salah satu pedagang helm di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, apakah ini menandakan minimnya kesadaran masyarakat di Kota Pangkalpinang dalam menaati kewajiban berlalu lintas, yaitu dalam menggunakan helm sebagai pelindung kepala.

KlikBabel.com/mg- Mitrya.

loading...


Penulis  : -
Editor    : Ayu
Sumber : klikbabel.com