• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Serba Online Selama Pandemi, Kejahatan Mengintai di Jagat Maya

Rabu, 27 Mei 2020 | 10:16 WIB
Ilustrasi peretas. (Pixabay/ TheDigitalWay)
Loading...

KlikBabel.com, Jakarta - Kebijakan jaga jarak saat pandemi COVID-19 alias virus corona memberi banyak perubahan pada gaya hidup. Jika dulu banyak hal dilakukan secara langsung dengan bertatap muka, kini segalanya diakses online, termasuk bekerja dan belajar.

Ada banyak sisi positif yang bisa diambil dari kebijakan ini, salah satu tingkat kriminalitas menurun drastis. Sayangnya, menurut laman The Conversation, seperti pekerja kebanyakan yang serba online, kini pelaku kejahatan juga beralih pada platform berbasis internet.

Menurutnya, aktivitas kejahatan juga meningkat di dunia maya selama pandemi virus corona. Hal ini terjadi karena banyaknya orang yang mengandalkan situs online dalam memenuhi kebutuhannya seperti belanja dan bekerja.

Bagi para peretas, merusak tampilan situs web adalah prestasi. Mereka membobol serversebuah situs web yang dihosting dan mengubah konten dengan gambar dan teks pilihan mereka sendiri.

Tindakan peretasan seperti ini memang bukan bentuk peretasan canggih, tapi perusakan ini memungkinkan para peretas untuk maju pada tingkat kejahatan yang lebih tinggi.

Padahal selama pandemi, banyak pelaku bisnis yang beralih ke e-commerce. Itu artinya, semakin banyak bisnis online maka semakin besar juga peluang kejahatan dunia maya.

Hal ini tentu saja mengakibatkan kerugian pada pemilik situs, mulai dari turunnya kepercayaan pada pemilik situs web hingga hilangnya pendapatan

Menurut informasi dari situs peretas Zone-h, jumlah rata-rata serangan deflasi situs web pada April 2020 naik 50 persen dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain itu, volume serangan situs web yang dilaporkan pada pertengahan Mei 2020, sudah melebihi volume serangan yang dilaporkan pada bulan Mei 2019 selama sebulan penuh.

Peningkatan jumlah serangan situs web harian ini dimulai pada akhir Maret 2020, sementara Januari dan Februari tetap stabil.

Berdasar hasil investigasi, target para peretas adalah perusahaan besar dan situs milik pemerintah. Jumlah rata-rata per harinya meningkat dari 17,75 di bulan Februari hingga 21,6 serangan per hari di bulan April.

 
Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : Amanda
Sumber : suara.com