• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Oknum Masyarakat Klaim Aset Pemkot Pangkalpinang, Molen : Silahkan Mereka Melawan Kita

Senin, 18 Mei 2020 | 18:44 WIB
Walikota saat konfrensi pers dengan rukun kematian kampak. Foto : cepi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Terkait dengan adanya pemberitaan oknum warga yang diduga mencaplok lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang seluas 3,5 Hektare di kawasan Kampak, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang yang juga telah membongkar paksa dua makam dan membuang nisan yang berada di lahan tersebut Walikota Pangkalpinang angkat bicara.

Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengatakan, setelah dirinya analisa permasalahan yang paling dominan di Kota Pangkalpinang yaitu pertanahan (Aset) belum juga terkait dengan  Build Operate Transfer (BOT) serta Bangun Guna Serah (BGS).

"Kampak ini sudah masuk aset kota, tetapi ada klaim oknum yang menyatakan itu aset mereka. Sekarang prosesnya berlanjut silahkan mereka melawan kita," ujar Molen, Senin (18/5/2020).

Dijelaskan Molen, disurat tanah tersebut juga terdapat beberapa kesalahan atau pemalsuan dokumen, seperti penulisan stempel Kota Pangkalpinang yang pada tahun 1991 merupakan Daerah Tingkat (Dati) II namun disurat tersebut tertera Dati I.

"Surat tahun 1991 itu palsu, karena ditahun tersebut setahu saya Pangkalpinang itu Dati II, tetapi mereka menuliskan di stempel surat tersebut Dati I," bebernya.

Molen juga meminta kepada masyarakat sekitar untuk tidak usah takut terkait aset tersebut, karena dirinya akan memperjuangkan yang memang semestinya milik masyarakat Kota Pangkalpinang.

"Tetapi silahkan, nanti hukum yang akan menentukan jadi tidak usah takut terkait ketegasan atas aset kita sejauh ini akan kita kejar juga kalau memang hak masyarakat Pangkalpinang akan kita tuntut sejauh mana," tegasnya

Meskipun demikian untuk menghindari hal-hal serupa terjadi kembali, Pemkot Pangkalpinang kedepannya berencana untuk memagar aset-aset yang memang resmi secara hukum milik Pemkot agar tidak kembali di caplok oleh oknum masyarakat, termasuk juga aset tanah yang sensitif.

Loading...
loading...


Penulis  : cepimarlianto
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com