• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Warga Meninggal Dunia Masih Terdata di Penerima BLT Kabupaten Bangka

Senin, 11 Mei 2020 | 15:39 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Bangka Suian Adiyanto atau Andi Gelok. Foto : Hairul/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Anggota DPRD Kabupaten Bangka Suian Adiyanto juga tak memungkiri adanya carut marut penerima bantuan, baik Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari dana desa maupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

Klik Juga : Anggota DPRD Marianto Soroti Carut Marut Data Penerima Bantuan di Kabupaten Bangka

Bahkan, pria yang akrab disapa Andi Gelok ini menemukan adanya orang yang sudah meninggal masih menerima bantuan. "Ada itu, kita dapat laporan. Orangnya sudah meninggal dunia tapi mendapat bantuan," kata dia, Senin (11/5).

Selain itu, ditemukan juga warga yang secara ekonomi telah membaik namun masih menerima BLT dalam masa pandemi Covid-19 (corona). "Yang terdata itu yang ninggal, kehidupan sudah mampu. Maka harus secepetnya kan diganti," tambahnya.

Politisi PDIP ini telah mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Bangka selaku OPD yang menangani BLT dari Kemensos RI. Hasil sementara, diminta penerima yang sudah meninggal dunia untuk dibuatkan berita acara guna disampaikan di Kemensos.

Menurutnya, yang baru ketahuan ada di Desa Airruai dengan dua jumlah penerima yang telah meninggal dunia. Ditemukan juga dua orang yang secara ekonomi telah mapan. "RT nya menyampaikan dan bertanya bagaimana caranya kalau mau diganti. Makanya saya konsultasikan ke dinas sosial," sebutnya.

Informasi yang ia dapat, untuk yang meninggal belum disalurkan BLT nya. Sedangkan penerima dengan ekonomi mapan telah menerima sehingga hal ini menimbulkan kecemburuan sosial diantara warga.

"Harapannya supaya data itu cepet la diperbaiki supaya jangan ada tumpang tindih. Data itu bukan asal-asalan tetapi data lama, tahun berapa itu dinas sosial juga tidak tahu. Datanya itu belum terupdate jadi yang meninggal diganti supaya tepat sasaran dan tak ada kecemburuan sosial," pungkasnya.

Klik Juga : Dinsos Bangka Sebut Tak Mudah Cocokkan Data Penerima

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka Baharudin Bafa mengatakan, penerima BLT bukanlah orang melainkan ahli waris. Sehingga kata Baharudin, bagi warga yang sudah meninggal namun masih terdata sebagai penerima bantuan dapat diambil oleh ahli waris. "Yang ditujukan bukan orang tapi KK. Keluarga. Jika masih ada ahli waris silahkan, yang penting membawa KK dan cocok," kata dia.

Baharudin mengakui, tidak mudah mencocokkan data dan dibutuhkan satu keseriusan. Ia meminta kepada siapapun untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain. Apalagi, dalam situasi dan kondisi seperti ini. "Sekali lagi memang tidak mudah untuk mensinkronkan data. Dalam kondisi seperti ini, jangan sampai saling menyalahkan," ucapnya.

Pasalnya kata Baharudin, hal ini bukanlah ada unsur kesengajaan. Baik dari pihak pendata, kepala desa maupun Dinas Sosial Kabupaten Bangka. "Solusinya cut (potong-red) salah satu dari kedua bantuan sosial," pintanya.

Baharudin menjelaskan, ada 9.998 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial yang berasal dari Kemensos. Per kepala keluarga mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu. "Kalau penyaluran itu bertahap. Melalui kantor pos, Bank BRI dan Bank BNI. Tapi ini belum cair semua, tidak sekaligus tetapi bertahap," tutupnya.

 

 

Loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com