• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Dinsos Bangka Sebut Tak Mudah Cocokkan Data Penerima

Senin, 11 Mei 2020 | 14:10 WIB
Kepala Dinas Sosial Bangka Baharudin Bafa. Foto : Hairul/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Dinas Sosial Kabupaten Bangka tidak memungkiri jika terjadi carut marut data penerima bantuan terdampak Covid-19 di Kabupaten Bangka. Baik bantuan langsung tunai yang berasal dari dana desa maupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

Klik Juga : Anggota DPRD Marianto Soroti Carut Marut Data Penerima Bantuan di Kabupaten Bangka

Kepala Dinas Sosial Bangka Baharudin Bafa dihubungi melalui telpon menjelaskan, memang tidak mudah untuk mencocokkan, menvalidasi data penerima dengan waktu yang cepat. Sebagai solusi kata dia, salah satu penerima bisa dicabut dan dialihkan ke penerima yang lain.

Ia mencontohkan, jika si warga itu sudah menerima bantuan dari Kementerian Sosial maka BLT yang berasal dari dana desa bisa dicabut. "Nah yang BLT dana desa bisa digantikan dengan orang lain," kata dia, Senin (11/5).

Baharudin juga meminta kepada siapapun untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain. Apalagi, dalam situasi dan kondisi seperti ini. "Sekali lagi memang tidak mudah untuk mensinkronkan data. Dalam kondisi seperti ini, jangan sampai saling menyalahkan," ucapnya.

Pasalnya kata Baharudin, hal ini bukanlah ada unsur kesengajaan. Baik dari pihak pendata, kepala desa maupun Dinas Sosial Kabupaten Bangka. "Solusinya cut (potong-red) salah satu dari kedua bantuan sosial," pintanya.

Baharudin menjelaskan, ada 9.998 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial yang berasal dari Kemensos. Per kepala keluarga mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu. "Kalau penyaluran itu bertahap. Melalui kantor pos, Bank BRI dan Bank BNI. Tapi ini belum cair semua, tidak sekaligus tetapi bertahap," tutupnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Marianto menyoroti carut marutnya data penerima bantuan terdampak Covid-19 di Kabupaten Bangka. Pasalnya, tidak sedikit warga yang menerima double manfaat dari bantuan tersebut. Baik bantuan langsung tunai yang berasal dari dana desa maupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial. "Nah akibatnya ini menimbulkan masalah baru. Karena mereka double manfaat. Akhirnya tidak bisa cair. Baik DTKS maupun BLT melalui dana desa," keluh Marianto.

Marianto mengatakan, pihaknya sudah mendapat banyak keluhan terkait ini. Tidak hanya di satu desa melainkan di semua desa di Kabupaten Bangka. "Bayangkan 62 desa terjadi hal demikian. Artinya sinkronisasi data tidak berlaku dengan baik," tegasnya.

 

 

 

 

 

Loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com