• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Begini Ngerinya Serangan Corona ke Bisnis Hotel di Bangka Belitung

Jumat, 27 Maret 2020 | 06:51 WIB
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Babel Bambang Patijaya. Foto : Hairul/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Hantaman badai corona sangat berdampak nyata pada pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Buktinya, tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Negeri Serumpun Sebalai ini dalam beberapa pekan terakhir mengalami penurunan cukup tajam. Bahkan tercatat sudah ada 11 hotel yang sudah menutup operasi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Babel Bambang Patijaya mengakui, per hari ini pihaknya sudah menerima laporan ada 11 hotel yang sudah menutup operasi. Juga 9 hotel yang sudah mengurangi jumlah operasional karyawan. "Kondisi ini akan terus bertambah hingga 1 April. Akan ada penambahan penutupan," kata Bambang Patijaya, Jumat (27/3).

Bambang yang juga merupakan anggota DPR RI ini menilai, kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, ia meminta semua masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas. "Situasi sekarang memang sulit bagi pelaku usaha dan kami hanya bisa berharap agar wabah yang diakibatkan virus corona ini bisa segera diatasi dan berlalu," katanya.

Akibat penurunan okupansi yang sangat signifikan, Bambang menyebut, sejumlah pelaku usaha hotel bahkan sudah merumahkan pegawai untuk memangkas biaya operasional. "Sebagai karyawan hotel juga sudah dirumahkan," paparnya.

Selain hotel, jasa transportasi Bangka Belitung juga mengalami penurunan hingga 90 persen. Hal ini dampak dari penutupan sementara sejumlah objek wisata di banyak daerah di Indonesia akibat dari Covid-19. Ketua Organisasi Pengusaha Rentcar Bangka Belitung (Asper-Babel), Saudi menuturkan, berdasarkan informasi dari anggotanya hingga saat ini rata-rata penurunannya antara 80-90%, termasuk dari kota lain.

“Kebanyakan tamu cancel (batal). Selain itu ada beberapa kantor dan instansi yang menerapkan work from home, sehingga juga berdampak ke bisnis transportasi. Perjalanan dinas juga sudah di setop," ujar Saudi.

Salah satu biro perjalanan wisata Babel, Ari, mengungkapkan pihaknya tetap mendukung upaya pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran virus COVID-19. Namun, pihaknya juga meminta regulator dalam hal ini Pemerintah, BI dan OJK untuk mengambil kebijakan keringanan bagi pengusaha sektor transportasi, khususnya pengusaha rental mobil di Indonesia.

 

Loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com