• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Akses Masuk Babel Diusulkan Ditutup Sementara

Kamis, 26 Maret 2020 | 21:54 WIB
Provinsi Bangka Belitung
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Akses masuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diusulkan untuk ditutup sementara. Usulan ini, akan disampaikan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berdasar hasil keputusan rapat bersama, Kamis (26/3). "Baik udara maupun laut kita usulkan ditutup. Tetapi untuk akses sembako tetap dibuka melalui jalur laut," kata Sekda Babel Naziarto.

Selain itu tambah dia, tanggal 28-30 Maret 2020 tetap ada penerbangan ke Babel tetapi hanya satu kali penerbangan. Sedangkan tanggal 31 Maret hingga 6 April, Pemprov Babel mengusulkan tidak ada sama sekali penerbangan ke Babel. Baik melalui Bandara Depati Amir maupun Hanandjoeddin Belitung. "Kemudian tanggal 7 dan seterusnya lihat kondisi, kalau memungkinkan bisa normal seperti biasa," ujarnya.

Meski demikian, Naziarto mengatakan, keputusan lebih lanjut ada di Menhub melalui Dirjen Perhubungan Udara dan Laut. "Ia berharap, usulan ini bisa disetujui oleh pemerintah pusat dan masyarakat Babel bisa terhindar dari covid-19," harapnya.

Sekda juga berharap, masyarakat jangan resah. Babel kata dia bukan lockdown tapi penutupan hanya bersifat sementara. "Suatu saat kalau kondisi rill memang benar virus bisa kita cegah penutupan akan kita buka secepatnya," tutupnya.

Disisi lain, opsi penutupan bandara dan pelabuhan tidak cukup jika memang Babel harus mengunci diri sementara. Pelabuhan - pelabuhan skala kecil dan pelabuhan tikus juga wajib ditutup agar pemutusan mata rantai Virus Covid 19 masuk ke Babel benar-benar bisa dihindari.

Demikian disampaikan salah satu masyarakat Babel, Hendri kepada awak redaksi, Kamis (26/3). Menurut Hendri, jika pelabuhan tikus tidak ditutup kemungkinan peluang Corona masuk ke Babel masih terbuka. "Karena apa? orang masih bisa bebas keluar masuk ke Babel. Kita ketahui lewat pelabuhan kecil dan pelabuhan tikus inilah para penambang bisa keluar masuk Babel. Bagaimana nantinya virus Corona ini masuk ke Babel lewat orang -orang yang datang dari luar yang tanpa mereka sadari sudah terserang virus?,"ujar Hendri.

Selama ini kata dia, para penambang dari luar Babel justru tidak sedikit ke Babel melalui pelabuhan-pelabuhan tikus ini. "Nah ini jika memang nantinya keputusan Kemenhub bandara dan pelabuhan ditutup bukan tidak mungkin masyarakat dari luar Babel masuk melalui jalur pelabuhan tikus dengan berbagai alasan dan keperluannya,"terang Hendri.

Dilanjutkannya hampir setiap desa atau kawasan yang dekat dengan laut memiliki pelabuhan tikus dan pelabuhan tambat nelayan. Ini harus dijaga ketat agar tidak dimafaatkan warga luar berkunjung ke Babel yang tidak menyadari juga sudah terinfeksi virus Corona. "Pak Gubernur dan para kepala daerah tolong ini disikapi juga untuk kepentingan bersama,jika memang opsi mengisolasi diri sementara harus dilakukan dan disetujui pemerintah pusat nantinya,"harap dia.

Lebih lanjut dia meminta aparat hukum untuk berperan serta untuk menutup pelabuhan -pelabuhan tikus tersebut. "Pak Kapolda, Pak Danrem dan jajaran TNI Polri tolong patroli terus pelabuhan-pelabuhan kecil dan pelabuhan tikus ini agar virus Covid benar-benar tidak masuk ke Babel. Bila perlu jika ada yang mencurigakan tolong segera tindak tegas,"pinta Hendri.

Loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com