• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ikan Mati dan Air Bau, Pabrik Tapioka CV SBM Diduga Buang Limbah ke Sungai

Jumat, 20 Maret 2020 | 20:12 WIB
Warga menjaring ikan yang mati di Sungai Pangkalbuluh Payung Bangka Selatan. Foto : ist
Loading...

Klikbabel.com, Payung - Masyarakat Desa Pangkalbuluh, Kecamatan Payung, Bangka Selatan (Basel) keluhkan aktifitas pabrik tapioka CV Sari Bumi Mulya (SBM). Sebab, sungai yang berada di daerah itu diduga tercemar limbah.

Klik Juga : Soal Ceng Beng Ditengah Ancaman Corona, Ini Keputusan Walikota Pangkalpinang

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pengolahan limbah yang belum maksimal oleh perusahaan menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Limbah mengalir masuk ke sungai disana. Kades Pangkalbuluh Marjan membenarkan adanya keluhan warga terkait pencemaran sungai. Dia menduga, pengolahan limbah belum maksimal menjadi penyebabnya. Dimana Sida pengolahan masuk ke sungai.

"Sudah lama itu, kalau kami kira penyebab pengolahan limbah belum maksimal. Sekitar beberapa bulan lalu banyak warga ngeluh limbah pabrik kadang masuk ke sungai," ujarnya dikonfirmasi via seluler, Jumat (20/3).

Keluhan dari masyarakat tersebut seiring dengan kondisi air sungai yang keruh dan badan gatal-gatal usai mandi. Banyak ikan yang mati pula, air menjadi bau sehingga membuat pemdes kroscek ke lapangan. "Hasil kroscek kita air yang ditengah sungai tercemar, sedangkan kiri dan kanan bening. Dan kami cium, air sungai itu memang bau ubi. Kadang mereka nakal juga, kalau hari hujan, limbah dihanyut ke sungai," katanya.

Salah satu perwakilan perusahaan CV SBM Junaidi alias Aho mengaku tak tahu sebab ikan yang mati di sungai Pangkalbuluh. Kata dia proses pengolahan limbah pabrik dilakukan secara recycle. "Dan kebetulan kita ada pelihara ikan di kolam terakhir. Yang kita pelihara tidak ada yang mati. Tanggal 3 Maret sudah ada yang melaporkan, dari dinas sudah datang. DLH kemarin datang hari Kamis, 12 Maret," ujarnya.

Dia sempat menyangkal ketika ditanya air sungai tercemar berasal dari pabriknya. Dia bilang kemungkinan pencemaran berasal dari tumpukan onggok yang tanggul karena tersiram air hujan. "Kemarin dinas minta untuk dipindahkan. Akan tetapi sedang dalam proses untuk kita pindahkan. Untuk onggok yang baru kita kirim ke pakan ternak pak onggok idem dengan ampas," sebutnya.

Menanggapi hal itu, Kepala DPKPLH Basel Gatot Wibowo menyebutkan, pada pekan kemarin pihaknya telah melakukan kroscek ke lapangan. Sudah di cek dan diambil air sungai untuk dijadikan sampel. "Kami ambil sampel airnya untuk dibawa ke provinsi, sedang menunggu hasilnya. Dan setelah cek lokasi langsung ke perusahaan. Sudah tekankan bahwa harus ada tindakan untuk menghindari adanya pencemaran," katanya.

Loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com