• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sempat Dibuka Menguat, IHSG Kembali Anjlok di Awal Pekan Ini

Senin, 02 Maret 2020 | 10:47 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/3).
Loading...

Klikbabel.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini sempat dibuka menguat, tetapi selang beberapa detik kemudian IHSG langsung anjlok kembali mengikuti pelemahan pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Klik Juga: Naik Rp 4.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 810.000 Per Gram

Mengutip data RTI, Senin (2/3/2020) IHSG sempat dibuka di jalur hijau ke level 5.455,04 menguat 0,04 persen atau naik 2,3 poin, tetapi setelah itu IHSG langsung anjlok ke level 5.419,73.

Fluktuasi IHSG juga dikuti oleh melemahnya indeks LQ45 yang ikut turun 870,329 atau melemah 1 persen turun 9 poin.

Mengawali pembukaan perdagangan terdapat 74 saham menguat, 110 saham melemah, dan 99 saham stagnan.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat 47 poin atau 0,33 persen ke level Rp 14.395 per dolar AS.

Analis dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, laju IHSG pada perdagangan kali ini masih terbilang berat, pasalnya setelah selama seminggu lalu IHSG turun tajam -7.3 persen disertai Net Sell Investor Asing sebesar Rp -4.17 triliun atau selama bulan Februari IHSG turun -8.20 persen disertai Net Sell Investor Asing sebesar Rp -4.77 triliun.

"Diawal minggu ini, Senin, IHSG berpeluang akan dilanda aksi jual kembali menyusul kejatuhan kembali Indeks DJIA dihari ke 5 sebesar -357.28 poin (-1.39 persen) sehingga selama 5 hari DJIA turun sebesar -3,573 poin (-12.99 persen)," kata Edwin dalam analisinya.

Hal tersebut masih dibayangi faktor terus bertambahnya jumlah korban akibat Virus Corona hingga 1 Maret telah mencapai 3,008 orang tewas dan 88,377 pasien terjangkit virus Corona secara global.

Tidak berhenti disitu saja, dampak Virus Corona juga menjatuhkan harga komoditas seperti: harga Crude Oil turun -3.74 persen kelevel terendah selama 4 tahun terakhir, Nikel -1.31 persen, Timah -0.78 persen, CPO -5.95 persen, Gold -3.56 persen, Coal -0.75 persen serta yang tidak terpantau adalah tajamnya kenaikan Indo CDS tenor 5 tahun sebesar +38.54 persen dimana faktor tersebut berpotensi juga mendorong turun IHSG Senin ini.

Selain itu, jatuhnya Bursa Asia Senin pagi ini semakin memperberat gerak langkah IHSG hari ini.

"Mengetahui IHSG berpeluang kembali turun, walaupun secara valuasi sudah attractive, kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan trading harian maka dapat fokus atas saham dari Sektor Bank, Retail, Telko dan Properti dalam perdagangan Senin ini," katanya.

 

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : permatasari
Sumber : suara.com