• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Haknya Dirampas Penambang, Nelayan Pantai Sampur Meradang

Senin, 24 Februari 2020 | 13:15 WIB
Suasana Tambang Inkonvensional (TI) Di Pesisir Pantai Sampur, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, (Cepi/Klikbabel.com)

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Dodi (40) nelayan tradisional Pantai Sampur, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, tak bisa menyembunyikan kegeramannya.

Berkali-kali ia mengatakan ada sekitar 40 ponton Tambang Inkonvensional (TI) Apung yang menyemut mengganggu jalur nelayan sekaligus tempat parkir perahu mereka dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

"TI yang dipinggir itu (pesisir pantai sampur) sudah meresahkan nelayan, sudah mengganggu tempat belabuhnya kapal," ujar Dodi kepada Klikbabel.com

Menurut Dodi, penambangan yang masif dilakukan dilaut kerap membuat para nelayan dan penambang bersitegang. Padahal sebelumnya pihaknya telah pernah melaporkan kasus serupa kepada instansi terkait namun tidak ada tanggapan.

"Untuk hasil tangkapan juga berpengaruh, yang dulu mencari ikan dekat sekarang jadi jauh," tegasnya.

Dodi juga mengungkapkan, pihaknya pernah membuat surat pernyataan antara nelayan dan penambang atas batas-batas yang telah ditentukan namun hal itu tidak diindahkan oleh para penambang.

"Kami pernah membuat surat pernyataan diatas materai enam ribu dengan yang disaksikan Babinkamtibmas, dengan diberi batas batang kelapa tumbang namun para penambang tetap melanggar, " imbuhnya.

Dia berharap pihak pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan solusi yang terbaik, baik itu dengan cara menertibkan  aktivitas pertambangan dilaut agar tidak mengganggu nelayan. (Cepi)

loading...


Penulis  : -
Editor    : Septi Artiana
Sumber : klikbabel.com