• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Anggota Satpol PP Temukan Mayat Saat Cari Kelapa

Senin, 17 Februari 2020 | 19:06 WIB
evakuasi mayat yang ditemukan di pondok. Foto : ist
Loading...

Klikbabel.com, Muntok - Niat Budi, anggota Satpol PP Bangka Barat untuk mencari kelapa terhenti. Setelah, menemukan mayat di sebuah pondok kebun, Senin (17/2/2020).

Kapolsek Muntok AKP Alfian Ali menceritakan, korban pertama kali ditemukan oleh Budisekitar pukul 11.00 wib. Saat itu, ia sedang mencari kelapa di seputaran perkebunan belakang bengkel Lukman Kampung Warga Mulya. Tiba - tiba dirinya mencium bau menyengat, ternyata bau tersebut berasal dalam pondok yang didalamnya ada sesosok mayat yang diketahui bernama Very.

Dirinya pun langsung bergegas  memberitahukan ke pekerja yang ada di Bengkel Adit dan ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mentok .

"Pelapor anak buah Bengkel Lukman, ada penemuan di belakang bengkel, datang lah kami bersama anggota saya juga langsung turun. Yang menemukan anggota Pol PP atas nama Budi. Budi ini kenal sama korban. Katanya Si Very itu," kata kapolsek.

Kapolsek melanjutkan menurut keterangan dari keluarga korban, mendiang almarhum memang sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah.

"Kite cek kebetulan mungkin ada yang kabarin keluarganya, mereka datang. Di cek ke lokasi ternyata memang sudah beberapa hari nggak pulang. Kebiasaan nya memang begitu bikin pondok kayak gitu kan, mondok - mondok," jelasnya.

Kapolsek menceritakan kondisi jenazah Very saat ditemukan sangat memprihatinkan. Korban diduga diperkirakan meninggal kurang lebih tiga empat hari.

Pariman, paman korban menerangkan almarhum memang jarang pulang. Saat pulang korban hanya pulang untuk makan saja. Korban terakhir kali pulang pada Kamis (13/02/2020) malam.

"Dia biasanya hanya pulang makan saja sudah itu pergi lagi. Terakhir pulang hari Kamis malam Jumat. Dia pulang nggak pulang nggak pernah ngomong nggak pernah permisi nggak pernah izin, jadi nggak pulang itu cuma tanda tanya kok nggak pulang, karena sudah biasa begitu kami nggak berusaha nyari. Dia memang nggak bisa diatur. Kalau keluhannya sakit maag. Promag itu lah obatnya," terang Pariman.

Selain itu, Julianto, sepupu Very menuturkan korban memang sering mengkonsumsi minum - minuman masam. Padahal korban mempunyai riwayat sakit maag kronis.
 
"Dia sering mengkonsumsi minuman yang masam - masam itu. Tiap hari dia minum itu, saya larang dia, saya bilang lebih baik ke rumah sakit, penyakit kamu ini sudah parah. Kadang dia suka ngangkat  kaki ke tembok untuk nahan sakit perutnya, untuk ngilangin sakitnya," pungkasnya.

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com