• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Tingkatkan Mutu Pendidikan di Basel, MKKS Airgegas Gelar Wokrhsop

Jumat, 14 Februari 2020 | 19:52 WIB
Workshop MKKS Air Gegas Bangka Selatan. Foto : Devi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Airgegas - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se Kecamatan Airgegas, Bangka Selatan (Basel) menggelar kegiatan workshop pengembangan perangkat pembelajaran, Jumat (14/2) di SMPN 5 Airgegas.

Adapun sasaran kegiatan yang diikuti tenaga pengajar yang tersebar di 7 SMP di Airgegas agar semua guru meningkatkan mutu pendidikan di Basel.

Kadisdikbud Basel Sumadi menuturkan dalam menghadapi siswa pada saat proses belajar mengajar sekarang ini tidak sama dengan terdahulu. Siswa sudah bisa mengakses informasi melalui smartphone.

"Bahkan dalam mencari materi pembelajaran. Jika guru tidak mampu mengimbangi perkembangan teknologi informasi saat ini, mungkin saja guru tertinggal informasi dari siswanya," ujarnya.

Makanya diharapkan guru juga harus bisa berpikir lebih maju dan jangan sampai tertinggal informasi dari siswa nya. Kata Sumadi, dalam penyusunan perangkat pembelajaran, guru jangan selalu menunggu juknis dari pemerintah.

“Guru diberi kebebasan dalam penyusunan nya, guru harus mau bergerak sesuai dengan jargon guru penggerak. Guru harus berani memulai dalam penyusunan RPP 1 lembar dan harus mencakup 3 cakupan," ungkapnya.

Yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian. Mewakili kepsek lainnya, Kepala SMPN 5 Airgegas Budiyanto berharap apa yang disampaikan oleh para narasumber dapat diserap guru-guru.

"Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pembekalan kepada tenaga pengajar dalam pengembangan penyusunan perangkat pembelajaran. Diharapkan guru dapat menyusun RPP satu lembar," ujarnya.

Guru juga diharapkan mampu menyusun soal-soal bertipe Higher Order Thinking Skill (HOTS). Karena untuk membuat soal tipe tersebut harus ada bimbingan. Di era milenial ini guru dituntut dalam mengajar harus lebih inovatif dan lebih bervariasi.

"Proses mengajar hanya menggunakan metode ceramah saja harus ditinggalkan.
Pembelajaran harus mengajak siswa untuk berpikir kritis, menalarkan dan mengungkapkan pendapat dalam diskusi," katanya.

Sesuai amanat Mendikbud, pembelajaran harus menekankan agar siswa menjadi seorang pengajar. Sebagai pengajar harus mempresentasikan hasil belajarnya di depan guru dan siswa lainnya.

"Dengan terlaksananya kegiatan workshop ini semoga mutu pendidikan di Basel lebih meningkat. Guru lebih sistematis dalam mengajar dan siswa lebih antusias dalam belajar. Semua pihak harus bisa dapat bekerjasama agar tujuan pendidikan nasional tercapai," harapnya.

Loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com