• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Antrian Panjang, Petani Singkong Sampai Nginap di PT BAA

Kamis, 13 Februari 2020 | 17:43 WIB
Bupati Bangka Mulkan saat meninjau PT BAA. Foto : Hairul/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Pembatasan produksi kepada PT Bangka Asindo Agri (BAA) Kenanga, Sungailiat ternyata berimbas kepada petani singkong yang ada di Kabupaten Bangka.

Klik Juga : Mulkan Tak Ingin Ada Gejolak Lagi Soal PT BAA Kenanga

Karyadi, salah satu petani yang ditemui Klikbabel.com mengatakan, harus rela menginap guna menunggu antrian masuk ke perusahaan. "Kemarin kesini pukul 15.00 WIB pak. Belum masuk masih antri," ujar Karyadi sambil menunjuk antrian mobil miliknya, Kamis (13/2/2020) sore.

Petani asal Gang Rumbia, Desa Pemali ini mengaku, harus rela menginap guna memastikan singkong yang dibawanya bisa masuk ke perusahaan. "Kalau gak nginap disalip kawan pak," ujarnya.

Dia mengatakan, akibat lamanya antrian tak jarang ubi yang dibawa saat masuk pabrik sudah dalam keadaan busuk. Jika sudah demikian kata dia, pihak pabrik tidak lagi mau mengambil. "Rugi besar pak kalau sudah gitu. Kalau harga pabrik belinya Rp.1050 per kilonya," tutupnya.

Menanggapi itu, Humas PT BAA Sulaiman mengatakan, tidak bisa menyenangkan semua pihak. Namun, ia tidak menafik jika antrian itu disebabkan karena pembatasan produksi. "Kapasitas kami 500 ton per hari. Saat ini kami batasi menjadi 100 ton singkong per hari," kata Sulaiman.

Pembatasan produksi itu sambung dia sesuai dengan permintaan Lingkungan Hidup. "Salah satu parameter limbah PH sekarang sudah 7 semua. Sebelumnya 5,9 dan 6 sekian. Sekarang lebih baik," tambahnya.      

 

 

Loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com