• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Aktivis Perempuan PMII Jadi Korban Pelecehan Seksual di Angkot

Selasa, 11 Februari 2020 | 13:32 WIB
Ilustrasi angkot.
Loading...

Klikbabel.com - Siang-siang bolong, supir angkot jurusan Mangkang – Johar melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi asal Yogyakarta, yang tercatat aktif sebagai anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Aktivis ormas mahasiswa yang berafiliasi dengan warga Nahdliyin tersebut berada di Semarang Jawa Tengah untuk menghadiri sebuah acara, Jumat (7/2) pekan lalu.

Ketua PMII Kota Semarang Muhammad Muhamtashir membenarkan adanya kejadian tersebut. Kronologinya, saat turun di terminal Mangkang, korban tiba-tiba dihampiri oleh supir angkot agar naik ke mobil.

Klik Juga : Ahok Mau Luncurkan Buku Kisahnya di Penjara, Publik: Jangan Kemahalan

"Sebenarnya, korban ingin memesan ojek online. Tapi  karena sopir angkot merayu disertai sedikit paksaan, akhirnya korban terpaksa ikut mobil angkot tersebut," kata Muhamtashir kepada Suara.com, Selasa (21/2/2020).

Korban ternyata adalah satu-satunya penumpang yang terdapat dalam angkot kala itu. Korban sudah menaruh curiga, karena sopir terkesan memaksa saat menawarkan angkot.

Kecurigaan tersebut meruncing, setelah korban merasakan ada yang aneh dalam perjalanan. Seharusnya, dalam waktu 30 menit, sudah bisa sampai tujuan. Namun, saat itu, sudah lebih dari 1 jam tempat yang ia tuju tidak kunjung sampai.

Karena ada yang janggal, korban mencoba mengecek lokasi melalui aplikasi Google Map. Setelah ia cek, ternyata angkot tersebut tidak mengarah ke lokasi yang dia tuju.

Sopir lantas menghentikan laju angkot di daerah sepi. Ia lantas melakukan pelecehan terhadap mahasiswi tersebut.

Secara refleks, korban menampar pria hidung belang tersebut dan lari keluar dari mobil angkot.

"Jadi saat kondisi sepi, pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual kepada korban. Namun, karena korban bukan asli Semarang, akhirnya dia hanya lari dan tidak tau dia ada di mana saat dilecehkan," kata dia.

Hingga kekinian, PMII kesulitan untuk melaporkan peristiwa itu ke polisi. Sebab, selain minim bukti, plat nomor polisi angkot juga tak diingat korban.

"Kami tidak ada bukti fisik eperti foto-foto, ciri-ciri fisik dan plat nomor kendaraan," katanya.

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : permatasari
Sumber : Suara.com