• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pers Indonesia Diminta Jadi Peredam & Penghangat Pilkada 2020

Jumat, 07 Februari 2020 | 19:44 WIB
Ketua Dewan Pers M. Nuh saat seminar HPN 2020. Foto : devi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Banjarmasin - Pers Indonesia diharapkan Ketua Dewan Pers  Mohammad Nuh menjadi peredam juga penghangat Pilkada serentak 2020. Pers berkualitas itu diharapkan dapat menjadi agen penyampaian informasi.

Hal ini disampaikan Mohammad Nuh saat menjadi pembicara dalam kegiatan seminar dengan tema Media Berkualitas untuk Pilkada Damai, di Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Jumat (7/2).

"Juga menjadi adu gagasan dari setiap calon kepala daerah kepada masyarakat.
Sebaiknya pers tidak memberikan informasi yang men-down grade calon kepala daerah atau menjelek-jelekan yang bukan didukungnya," ujarnya.

Sehingga jikalau hal demikian terjadi akan terjadi potensi perpecahan di masyarakat dan menimbulkan keretakan sosial. Kata dia, pers berkualitas dapat menjadi penghangat sekaligus memberikan rasa adem kegiatan sosial politik.

"Tidak bagus juga jika kegiatan Pilkada berlangsung adem ayem. Pers harus bisa menghangatkan suasana supaya menimbulkan keterlibatan masyarakat secara aktif," ungkap mantan Mendikbud tersebut.

Akan tetapi di sisi lain juga harus bisa memberikan rasa adem pada masyarakat bukan memanas-manasi situasi yang bisa menimbulkan perpecahan. Dalam konteks sosial politik, Pilkada adalah proses seleksi.

"Seleksi politik untuk mendapatkan pemimpin terbaik oleh karena itu harus bisa dicari sosok ideal dari setiap daerah untuk memimpin ke depan. Saya meminta pers memelihara sikap independensinya," ujarnya.

Apalagi ditengah godaan partisanship di Pilkada. Prinsip-prinsip independensi yang berkualitas dan objektivitas itu adalah roh dan kekuatan dari jurnalistik. Pada 23 September 2020 mendatang Pilkada serentak akan memilih 270 daerah Indonesia, memilih walikota, bupati dan gubernur.

Loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com