• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Komisi VII DPR RI Lakukan Pengawasan Hingga Pertemuan dengan Direksi PT Timah Tbk

Rabu, 29 Januari 2020 | 14:13 WIB
Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto saat pertemuan Direksi PT Timah Tbk. Jumat (31/1/2020)

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan spesifik (Kunspek) ke PT Timah (Persero) Tbk Pangkalpinang, Jumat (31/1/2020)

Dijadwalkan pukul 11.30 WIB rombongan Komisi VII sampai di Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan langsung menuju Tins Gallery dan melaksanakan pertemuan dengan Direksi PT Timah.

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah.

Pertemuan tersebut dibuka oleh sambutan Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Ia pun memaparkan mengenai kegiatan penambangan terintegrasi PT Timah Tbk.

"Bisnis proses PT Timah Tbk saat ini ada 5 kapal eksplorasi kemudian kita lakukan rencana tambang. Kita ada eksplorasi darat dan laut selanjutnya akan dilakukan proses pencucian untuk meningkatkan kadar konsentrat (70% Sn), selanjutnya peleburan dan pemurnian," jelas Riza.

Lebih lanjut, ia juga membeberkan kebijakan PT Timah Tbk dalam merangkul masyarakat.

Selain itu, dibeberkan pula masalah aktivitas ilegal Minning di IUP PT Timah Tbk yang kurang lebih sebanyak 5000 unit, recovery tambang ilegal, dan kesadaran masyarakat yang sangat rendah.

Terkait rencana RZWP3K, Riza membeberkan masalah yang dihadapi akan memunculkan potensi kerugian sehingga akan menyebabkan 5 IUP PT Timah Tbk harus dihapuskan karena posisi IUP berada di luar zona pertambangan. Dampak kerugian negara atau potential loss sumber daya timah Rp 20,5 Triliun.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto dalam sambutannya, memperkenalkan beberapa anggota komisi yang hadir saat itu.

"Dalam menjalankan tugas komisi VII sendiri dengan melakukan pengawasan. Bermitra dengan ESDM, kita akan membahas berbagai masalah mengenai pertambangan khususnya timah," kata Sugeng.

Ia berharap dengan adanya pertemuan ini bisa menyelesaikan permasalah yang ada dan menemukan solusinya.

Dirjen Minerba Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) RI Bambang Gatot Aryono mengatakan saat ini produksi timah dua tahun terakhir sebesar 60.000-70.000 ton cadangan 150.000 ton.

Dia menilai jumlah potensi itu cukup besar.

"Akhir-akhr ini kita sedang mengurus permasalah zonasi. Sekarang kita sedang sikronisasi dan pembinaan tambang-tambang rakyat dan menjadi prpblem, mengenai masalah lingkungan juga, karena meninggalkan lubang-lubang," jelasnya.

Agenda kun spek Komisi VII DPR RI selanjutnya adalah akan menunjungi Kampoeng Reklamasi Air Jangkang.

loading...


Penulis  : Farah
Editor    : Anggun
Sumber : klikbabel.com