• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Masyarakat Sampur Keluhkan Kerusakan Hutan Bakau Akibat Penambangan TI

Selasa, 24 Desember 2019 | 16:12 WIB
Lokasi penamabgan TI ilegal di pesisir Pantai Sampur (Cepi/Klikbabel.com)
Loading...
Klikbabel.com, Sampur - Masyarakat Pesisir Pantai Sampur, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah belakangan ini mulai resah dengan adanya penambangan ponton timah ilegal yang mulai merangsak hutan bakau itu. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Sumarti (56) warga Sampur, Selasa (24/12/19).
 
"Lama-lama orang yang bekerja TI ngerusak hutan. Masyarakat lain susah-susah tanam bakau tapi rusak akibat TI. Inilah yang buat lumpur dimana-mana sampe kepiting bakau sulit dicari lagi," ujar Sumarti. 
 
Ia menjelaskan, penambangan TI tersebut tentunya dapat merusak lingkungan dan ekosistem kepiting bakau yang sebagian besar menjadi mata pencaharian para nelayan di lingkungan setempat. 
 
Namun hal itu dibantah oleh para penambang timah karena dianggap biasa saja bahkan penambang bersikap acuh terhadap lingkungan. 
 
Seperti yang dilakukan oleh salah seorang penambang timah, Toyo (30) yang memilih menambang karena tidak memiliki pekerjaan lain.
 
"Inikan hutan lindung, selagi pemerintah tidak merazia penambang timah ilegal kami masih tetap bekerja seperti biasanya. kalau tidak kerja TI mau kerja apalagi sekarang ini, mana mau tahun baru timah sekarang ini juga harganya turun kebutuhan hidup makin besar." ungkap Toyo. 
 
Menurut masyarakat sekitar, kerusakan hutan bakau di pesisir Pantai Sampur ini sudah mencapai 65% dari sisa hutan bakau yang ada. Masyarakat sekitar Pantai Sampur mengharapkan agar pemerintah menindak lanjuti para penambang timah ilegal tersebut yang tentunya merusak lingkungan dan ekosistem laut.(Cepi)
Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : Septi Artiana
Sumber : klikbabel.com