• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Atasi Bau Busuk, PT BAA Kenanga Kembali Diberi Waktu Tiga Bulan

Minggu, 08 Desember 2019 | 19:14 WIB
Pimpinan PT BAA Abu menandatangani komitmen bersama terkait permasalahan bau busuk. Foto : Hairul/klikbabel.com

Klikbabel.com, Kenanga - PT Bangka Asindo Agri (BAA) Kenanga Bangka berkomitmen siap menghentikan segala aktifitas jika tidak bisa mengatasi permasalahan bau busuk yang selama ini melanda. Adapun waktu yang diberikan pihak perusahaan adalah tiga bulan terhitung 8 Desember 2019 sampai 8 Maret 2020.

Komitmen itu disetujui pimpinan PT BAA Pidrianto atau Abu dalam bentuk surat pernyataan yang ditandatangani dihadapan Bupati Bangka Mulkan dan lainnya. "Saya mengerti dengan masyarakat Kenanga. Ini cambuk buat saya bekerja. Target harus kita capai," kata Abu dalam dialog penyelesaian bau busuk PT BAA di Balai Adat Kenanga, Minggu (8/12/2019).

Abu mengakui, bau busuk yang mengganggu masyarakat memiliki aroma berbeda dengan yang pertama seperti pada 2017. Dimana, saat itu bau tidak hanya tercium di Kenanga bahkan sampai ke pemda. "Sistem pengendalian limbah kita sudah terkendali. 4 minggu yang lalu masih ada sedikit. Dalam waktu tidak terlalu lama lagi akan kembali normal," kata Abu membela diri.

Abu mengklaim pihaknya akan serius mengikuti arahan lingkungan hidup. Selain itu, akan bekerjasama dengan LIPI Jakarta untuk mengatasi permasalahan ini.

Sementara, warga yang juga mantan Lurah Kenanga Yuniotman meminta ketegasan PT BAA untuk berani menutup pabrik jika dalam waktu tiga bulan tidak bisa menyelesaikan persoalan bau limbah. "Jika dalam waktu tiga bulan tidak bisa mengatasi, artinya zero bau busuk. Apakah PT BAA bisa ditutup?" tanya Yuniotman kepada pimpinan PT BAA.

Mendapat pertanyaan tersebut, Abu tidak secara tegas mengatakan bisa ditutup. Ia mengatakan, dirinya tidak bisa memberi keputusan. Yuniotman dalam kesempatan itu juga sempat mempertanyakan bagaimana indikator jika bau limbah pabrik disebut masih ada. Sebab kata dia, bau limbah biasa terjadi di waktu tertentu.

"Menjelang mahrib, tengah malam dan subuh. Itu waktu bau itu ada. Dan kadang disini ada bau, di rumah saya (komplek DPRD) tidak bau. Nah bagaimana ini," ucapnya.

Ditantang Tinggal di Kenanga

Bupati Bangka Mulkan, Pj Sekda Akhmad Muksin dan Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono ditantang untuk tinggal di Kelurahan Kenanga.

Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Kelurahan Kenanga Ustad Nurul. "Tiga tahun kami ini. Cube pak Mulkan tinggal di Kenanga. Sekda, kapolres. Banjir. Limbah kami ini," kata Ustad Nurul.

Selain meminta untuk tinggal di Kenanga, Ustad Nurul juga meminta pihak kepolisian dan kejaksaan untuk mengusut oknum yang memberikan izin berdirinya PT BAA di Kenanga. Hal ini lantaran Kenanga bukanlah kawasan industri. "Kawasan itu di Jelitik bukan Kenanga. Sehingga tidak memungkinkan dibangun di Kenanga. Kapolres dan kejari harus mengusut itu," kesalnya.

Menurut dia, sejak ada bau limbah PT BAA banyak orang tua yang menderita asma. "Kalau ada yang dak mencium bau, idung tidak normal," singgungnya.

loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com