• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Nelayan Matras Ingatkan Bupati Bangka Perihal Janji Tolak KIP

Rabu, 16 Oktober 2019 | 06:42 WIB
Penolakan nelayan Matras terkait tambang laut. Foto : Rama/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Nelayan Lingkungan Matras mengingatkan janji Bupati Bangka Mulkan, akan penolakan masuknya Kapal Isap Produksi(KIP) di lingkungan tersebut.

Salah satu perwakilan masyarakat nelayan yang biasa melakukan aktivitas melaut di kawasan tersebut, Isa mengatakan, selama ini, dirinya bersama masyarakat Lingkungan Matras lainnya, bersikeras menolak keberadaan KIP yang akan beroperasi di perairan Matras dan sekitarnya.

"Kami dari dulu tetap menolak adanya KIP itu di sini. Kami menolak keras itu. Karena KIP itu bisa merusak terumbu karang. Ikan-ikan lari semua," jelasnya, Selasa (15/10/2019).

Untuk itu, nelayan berharap dengan kebijakan Bupati Bangka, Mulkan, agar KIP jangan sampai masuk ke perairan Matras dan sekitarnya. "Kasihan nelayan karena bupati juga pernah berjanji di Matras ini saat kampanye, bupati menolak KIP. Kami masyarakat masih ingat," tambahnya.

Menurut Isa, sebagian masyarakat Lingkungan Matras, tetap menolak keberadaan KIP, terlebih hal tersebut menyangkut mata pencaharian mereka sebagai nelayan.

Ia melanjutkan, dampak dari beroperasinya tambang laut saat ini di sekitar perairan Matras, juga sudah dirasakannya bersama teman-teman nelayan lainnya. Dimana hasil tangkapan mereka menurun drastis.

"Sebelumnya kalau turun (melaut) itu, kita bisa sampai ratusan ribu dapat ikan dan cumi. Sekarang tidak lebih dari Rp30 ribuan sekali turun itu. Mana ongkosnya kalau sekali melaut itu Rp50 ribu," ungkapnya.

Menurutnya, nelayan yang biasa menggunakan jaring pun kadang hanya dapat ikan dengan jenis macam-macam hanya seberat 3 kilogram (kg).

Lebih lanjut, apabila KIP benar-benar beroperasi akan lebih parah, dikatakannya, nasib para nelayan pun akan lebih berat.

"Jelas kami menolak itu, tapi masih ada yang mau masuk KIP. Terus terang saja pejabat kita ini tidak tahu lagi dengan masyarakat nelayan, khususnya yang ada di sini," terangnya.

Loading...
loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com