• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Cegah Stunting, Dinkes Bangka Gelar Survei Kecacingan pada Siswa SD

Rabu, 25 September 2019 | 11:35 WIB
Dinkes Bangka. Foto : Rama/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka yang difasilitasi oleh Kementrian Kesehatan, terus melakukan upaya pencegahan stunting pada anak dengan yang menggelar survei kecacingan pada anak Sekolah Dasar. Terdiri dari siswa kelas 3, 4 dan 5.

Sekolah-sekolah yang dilakukan pengecekan kecacingan juga terpilih di wilayah kerja Puskesmas di wilayah Kabupaten Bangka yang terpilih melalui random sampling.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Then Suyanti mengatakan, penyakit cacingan terdiri dari 4 jenis. Yakni Ascaris Lumbricoides (Cacing Gelang), Trichiura (Cacing Cambuk) dan Ancylostoma Duodenale, Americanus (cacing tambang). "Keempat spesies cacing tersebut dimasukkan dalam klarifikasi penyakit cacingan yang dapat ditularkan melalui tanah atau Soil Transmitted Helminths (STH)," jelasnya, Selasa (24/9/2019).

Ia melanjutkan, penyakit STH tersebut dapat mengakibatkan menurunya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas.

Selain itu, kecacingan juga dapat menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia.

Tidak hanya itu, kecacingan dapat mempengaruhi asupan (intake), pencernaan (digestive), penyerapan (absorbsi) dan metabolisme makanan. "Penyakit ini secara kumulatif infeksi cacingan atau cacingan dapat menimbulkan kerugian terhadap kebutuhan zat gizi karena kurangnya kalori dan protein serta kehilangan darah, selain dapat menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktifitas kerja dapat menurunkan ketahanan tubuh," ungkap Then.

Lebih lanjut, untuk mencegah terjadinya Stunting sendiri perlu dilakukan penyelenggaraan penanggulangan cacingan melalui kegiatan surveilans cacingan dalam bentuk kegiatan survei penelitian cacingan pasca POPM (Pemberian Obat Pencegahan Masal).

Pihaknya hingga saat ini masih terus berharap dapat diketahui prevalensi cacingan di Kabupaten Bangka. Hal tersebut dilakukan sehingga dapat mengetahui gambaran tentang bagaimana potensi Transmisi cacingan serta langkah penanggulangan secara tepat Kabupaten Bangka sebagai lokus intervensi stunting.

"Kita sudah melaksanakan kegiatan pemberian obat pencegahan masal (POPM) kecacingan pada anak usia 1-12 tahun di bulan Februari dan Agustus 2019 dengan hasil baik yaitu diatas 75 persen anak minum obat cacing," tutur Then.

"Harapan kita bersama, kegiatan survei kecacingan yang dilaksanakan ini dapat berjalan dengan baik dan juga mendapatkan hasil yang baik kedepannya," tutup Kadinkes Bangka.

Loading...
loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com