• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Lagi, Warga Lubuk Besar Ngadu ke DPRD Babel Soal Tambang

Senin, 20 Mei 2019 | 20:02 WIB
Warga Lubuk Besar Bangka Tengah saat mengadukan permasalahan tambang ke DPRD Babel.
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Warga Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) didampingi Walhi Babel kembali mendatangi gedung DPRD Provinsi Babel, Senin (20/5). Kedatangan mereka guna mengadukan soal Tambang Inkonvensional (TI) yang masih beroperasi di wilayah konservasi dan hutan lindung.

Kepala Desa Lubuk Besar Mardianto menjelaskan, akibat aktivitas pertambangan ini warga menutup kantor desa dan menuntut agar masalah pertambangan di hutan lindung ini bisa segera terselesaikan. "Karena sudah terlalu berlarut-larut masalah ini, sehingga masyarakat tidak percaya lagi dengan aparat, puncaknya sampai tadi pagi mereka menutup kantor desa," ujar Mardianto saat audiensi di Ruang Banmus DPRD Babel, Senin (20/5).

Perwakilan masyarakat Lubuk Besar, Samsuri menambahkan, bahwa hak mereka seperti direbut karena tidak bisa mengolah hutan akibat aktivitas penambangan. Sampai saat ini masyarakat masih menahan diri untuk tidak melakukan tindakan anarkis. "Kami berharap pihak yang berwenang dapat segera menyelesaikan konflik ini. Jangan sampai masyarakat gerah, lalu melakukan aksi anarkis," ingat Samsuri.

Kedatangan warga Lubuk Besar ke DPRD merupakan kali kedua. Setelah sebelumnya, Senin (8/4/2019) mereka juga mengadukan hal yang sama. Yakni penolakan pertambangan di wilayah Hutan Lindung. Tokoh Masyarakat Lubuk Besar, H  Amzar, mengatakan seluruh masyarakat Lubuk Besar bersepakat untuk membersihkan kawasan hutan lindung di Kuruk dari segala aktivitas pertambangan. "Setelah melakukan musyawarah, disepakati tidak ada aktivitas tambang di kawasan Kuruk dan pemilik tambang untuk segera mengangkat semua peralatan tambang di kawasan Kuruk," tutur H Amzar.

Sementara Daniel, perwakilan masyarakat menjelaskan alasan mengadu kepada DPRD Provinsi karena merasa pesimis dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam menyikapi masalah ini. “Kami merasa DPRD Provinsi yang masih netral sehingga memberikan win-win solution kepada kami,” harap Daniel. Kedatangan warga disambut langsung oleh ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya dan Wakil Ketua Hendra Apollo dan anggota lainnya.

 

Loading...
loading...


Penulis  : Caturangga
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com