• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Tetap Andalkan Bisnis Utama Timah

Selasa, 08 Januari 2019 | 13:15 WIB
Jajaran direksi PT Timah
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - PT Timah Tbk masih akan terus mengandalkan bisnis utama timah, biarpun sudah melakukan diversifikasi usaha. Seperti di bidang batubara, nikel, pasir, properti hingga rumah sakit. Tahun ini, PT Timah Tbk menargetkan produksi timah sebesar 35.500 ton bijih timah atau naik sebanyak 500 ton biji timah dibandingkan target produksi tahun lalu yang sebesar 35.000 ton bijih timah.

Untuk mencapai target tersebut, TINS menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) 2018 sebesar Rp 2,65 triliun. Dana tersebut  untuk investasi induk perusahaan sebesar Rp 2,23 triliun, yang akan digunakan untuk anggaran pembesaran kapasitas sebesar Rp 994 miliar. Lalu rekondisi dan replacement sebesar Rp 575 miliar, sarana umum dan revitalisasi aset sebesar Rp 329 miliar. Kemudian sarana pendukung sebesar Rp 222 miliar, dan pengembangan usaha sebesar Rp 107 miliar.

"Sedangkan sisanya sebesar Rp 422 miliar dialokasikan untuk anak usaha yang terbagi untuk PT Rumah Sakit Bakti Timah sebesar Rp 156 miliar dan PT Timah Investasi Mineral sebesar Rp 95,8 miliar. Kemudian juga untuk PT Dok dan Perkapalan Air Kantung dikucuri Rp 88 miliar, suntikan ke PT Timah Industri senilai Rp 74 miliar, dan PT Timah Karya Persada Properti senilai Rp 7,5 miliar," kata Sekretaris Perusahaan TINS Amin Haris Sugiarto.

Dia menjelaskan, selain membentuk cucu usaha di bisnis nikel  PT Timah juga berbisnis lain di luar timah. Misalnya berbisnis rumahsakit, properti, yang baru ini untuk nikel. "Nanti di bawah investasi mineral. Dan  investasi mineral ada bisnis lain, ada pasir, batubara, nikel, salah satunya cucu ini urus nikel," jelas Amin. Biarpun sudah dibentuk dan akan fokus di bisnis nikel Amin menyebut, perusahaan ini belum mematok target  PT TIM Sejahtera. Maklum, PT Timah  memang baru memulai bisnis nikel ini. Makanya target cucu usaha tersebut pun masih dibahas oleh perseroan ini. "Jadi untuk keputusan pembentukan cucu usaha baru pekan lalu. Pararel sudah didaftarkan ke Kemeterian Hukum dan HAM. Bisnisnya memang nikel tapi targetnya belum update," imbuh Amin.

 

Loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : Septi Artiana
Sumber : klikbabel.com