• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Penyebar Informasi Tsunami di Toboali Akan Ditindak Polres Basel

Senin, 31 Desember 2018 | 11:58 WIB
Kapolres Bangka Selatan AKBP Aris Sulistyono. Foto : Devi Dwi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Masyarakat Kampung Padang Kecamatan Toboali terlihat masih tenang dan berada di kediamannya masing-masing tanpa mengurangi kewaspadaan menyikapi informasi akan terjadinya tsunami di pesisir Pantai Toboali, Senin (31/12) pagi.

Klik Juga : Kapolsek Toboali : Tidak Ada Potensi Tsunami

Hanya saja, akibat banyaknya masyarakat yang berdomisili di kawasan Sukadamai, Tanjung Ketapang, Kampung Lalang dan Payak Ubi Toboali yang telah berhamburan mengungsi di Desa Gadung akibat termakan informasi tersebut membuat aparat kepolisian akan bertindak tegas.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Aris Sulistyono menegaskan akan menindak tegas penyebar informasi hoax terkait isu akan naiknya permukaan air laut dan potensi tsunami di Kota Toboali. "Polres Basel akan menindak tegas siapapun yang mencoba melakukan isu hoax dalam bentuk apapun. BMKG dan Basarnas telah menginformasikan tidak benar ada potensi tsunami. Namun kami imbau agar selalu tetap waspada," tegas perwira melati dua tersebut kepada wartawan.

Sebelumnya, beredar informasi ihwal naiknya permukaan air laut di perairan Tanjung Timur, Toboali, Bangka Selatan membuat masyarakat yang berada di pesisir Sukadamai dan Payak Ubi Kota Toboali panik. Masyarakat berduyun-duyun meninggalkan rumah ke arah Desa Gadung, Senin (31/12) dini hari tadi. Kapolsek Toboali Iptu Yandri kepada wartawan akan terus bersinergi dengan TNI AL dan seluruh unsur lainnya untuk melakukan patroli dan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar segera kembali ke rumahnya masing-masing lantaran kondisi dalam keadaan aman. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing. Karena info dari BMKG Pangkalpinang memastikan tidak ada potensi tsunami" kata Yandri kepada wartawan.

"Untuk sementara ini saya tidak memastikan informasi ini hoax. Karena tadi di pinggir pantai masyarakat dapat informasi kalau air laut surutnya jauh, maka itu tanda-tanda tsunami. Makanya dia (masyarakat) lari semua. Jadi sama-sama kita jelaskan kepada masyarakat dengan patroli," imbuhnya.

Loading...
loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com