• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


APAK Tuntut Sekda Basel Suwandi Dinonaktifkan

Senin, 12 November 2018 | 17:23 WIB
APAK Basel melakukan unjuk rasa di Kejari Basel. Foto : Devi Dwi/klikbabel.com

Klikbabel.com, Toboali - Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) Bangka Selatan (Basel) menggelar unjuk rasa di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan (Basel), Senin (12/11). Unjuk rasa dilakukan guna mendesak pihak kejaksaan agar segera menuntaskan proses penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) anggaran makan minum (mamin) dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Basel yang saat ini masih dalam proses.

Setelah melakukan orasi beberapa saat, beberapa perwakilan unjuk rasa diarahkan ke Aula Pertemuan Kejari Basel oleh aparat kepolisian dan kejaksaan guna menyampaikan permasalahan agar lebih tertib dan bersifat formal.

Perwakilan aksi disambut langsung Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra yang diwakili oleh Kasi Intelijen Dodi P Purba dan Kasi Pidsus MGS Rudi. Sementara sisanya tetap melakukan orasi di halaman kantor Kejari Basel. Koordinator aksi unjuk rasa, Batara Harahap dalam kesempatan itu mempertanyakan sudah sejauh mana penanganan kasus dugaan tipikor tersebut yang hingga kini belum ada penetapan tersangka.

Dirinya juga mendesak agar Sekda Basel, Suwandi untuk dinonaktifkan dari jabatan karena menduga Suwandi terlibat dalam kasus korupsi tersebut. "Kami minta ini segera ada penyelesaian. Jangan Suwandi (Sekda Basel, red) asik-asik saja berkelakar di warung kopi sana-sini. Siapa yang berwenang menonaktifkan tolong diberitahu kami. Kami minta Suwandi segera dinonaktifkan," tutur Batara.

"Kami juga sudah tidak percaya lagi dengan media, ormas dan LSM. Kami tidak percaya semuanya, semuanya sudah bersekongkol. Ari yang dulu sekarang kemana tidak ada lagi, jadi kami tidak percaya lagi pada mereka semua," sambung Batara, yang mana nama yang Ia maksud, Ari diduga adalah salah satu Ketua Ormas di Basel.

Jika kasus mamin Setda Basel tidak dapat diselesaikan, Batara ancam akan mengajak massa melakukan unjuk rasa di Gedung KPK RI guna menindaklanjuti dugaan tipikor tersebut sehingga cepat diselesaikan. "Kami akan ke KPK pertengahan bulan Desember, akan berangkat 20 orang kalau memang masalah ini tidak tuntas dalam waktu dekat," bebernya.

loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com