• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Lu Ngapain Bro? Kok Diambil Black Box Lion Air Doang?

Senin, 05 November 2018 | 16:06 WIB
Basarnas menuju lokasi pencarian jatuhnya Lion Air JT610.
Loading...

Klikbabel.com, Karawang - Salah satu keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 mengusulkan Basarnas ataupun Panglima TNI memberikan penghargaan ke penyelam yang menemukan jenazah yang berada di dasar laut. Bukan kepada penemu kotak hitam atau black box Lion Air.

Hal ini dikatakan salah satu keluarga korban dalam jumpa pers proses evakuasi Lion Air JT 610 bersama Basarnas, TNI, Kementerian Perhubungan, KNKT, DVI Polri dan Jasa Raharja dengan keluarga korban di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

"Kepada pihak Basarnas kami usulkan khususnya pada Panglima TNI, dalam hal ini kalau bisa ke depan yang di berikan penghargaan bukan penemu black box tapi siapa penyelam yang paling banyak ambil jenazah," ujar salah satu pria.

Hal tersebut karena dikhawatirkan penyelam hanya fokus untuk mencari kotak hitam bukanlah fokus mencari jasad yang ada di dalam laut. "Bukan rahasia umum pak, penyelam-kemudian berlomba nyari black box, ketika dia melihat bongkahan-bongkahan mayat 'lu ngapain bro kok yang diambil black box doang', " tutur dia.

Karena itu ia meminta yang diberikan penghargaan seharusnya penemu jenazah yang ditemukan di dasar laut, bukanlah penemu black box Lion Air. "Jadi kami mohon ke deoannya yg diberi pengharhaan bukan hanya penemu black box tapi juga penemu jenazah. Itu saja dari kami keluarga korban yang kesadarannya semakin tipis," tandasmua.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi kepada prajurit Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Marinir TNI Angkatan Laut, Sersan Satu (Sertu) Hendra, Kopda Nur Ali dan Handoko Panoto teknisi dari kapal Baruna Jaya yang telah membantu menemukan satu bagian dari black box atau kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com