• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kampanye Hitam Rugikan Industri Sawit Indonesia

Jumat, 28 September 2018 | 14:50 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Aksi Greenpeace yang mengajak grup band Boomerang beraksi di tangki minyak sawit siap ekspor milik Grup Wilmar disesalkan. Kegiatan oleh LSM asing ini mengusik kedaulatan bangsa Indonesia. Kegiatan semacam ini adalah bagian dari kampanye hitam sektor kelapa sawit.

Klik Juga : Jojo Melaju ke Semifinal

“Itu pasti pesanan negara maju produsen minyak nabati yang kalah bersaing dengan sawit,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi di Jakarta, Kamis (27/9/2018). Kata Viva, selama minyak sawit menjadi nomor satu dalam pasar minyak nabati dunia, kampanye negatif sawit akan selalu ada.

“Kejadian ini akan terus berulang, selama sawit menjadi ancaman pasar mi nyak nabati mereka. Itu jelas karena persaingan dagang,” kata Viva. Karena kalah bersaing itulah, menurut Viva, segala cara dilakukan LSM untuk menghancurkan sawit. “Pemerintah tidak boleh tinggal diam dengan aksi LSM itu. Jika terbukti melanggar hukum, jangan ragu menindak LSM meskipun itu LSM internasional,” katanya. Berbagai isu sengaja di hembuskan oleh negara kompetitor sawit.

“Semua isu tersebut di suarakan oleh LSM berkedok lingkungan seperti Greenpeace itu. Jadi apa yang dilakukan Greenpeace dan grup musik Boomerang tersebut merupakan pesanan asing,” kata Viva Yoga. Ironisnya, LSM dan grup musik itu personelnya justru merupakan warga negara Indonesia (WNI).  “Di mana jiwa nasionalisme mereka? Kok membela kepentingan asing ketimbang kepentingan nasional,” katanya. Dengan menghantam indus tri sawit, kata Viva Yoga, juga akan mengancam jutaan petani sawit.

Sebab di industri sawit tidak hanya dikuasai para pengusaha besar saja, tapi juga menjadi tempat jutaan petani dan pekerja menggantungkan hidupnya dari industri ini. Oleh karena itu, Viva Yoga mendesak pemerintah bertindak tegas terhadap semua LSM berkedok lingkungan yang dalam kegiatannya justru mengebiri kepentingan nasional, entah itu komoditas sawit maupun komoditas lainnya.

Sementara itu, Wakil Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Rino Afrino mengatakan, jika kegiatan Greenpeace sampai memengaruhi kegiatan ekspor Wilmar, dampaknya akan berbuntut ke petani sawit. Tandan buah segar (TBS) petani sawit tidak bisa terjual.  “Jadi ini permasalahan sangat pelik. Padahal kita lagi sibuk mau ekspor supaya mi nyak sawit terserap, Greenpeace malah menduduki kilang minyak yang siap ekspor,” katanya. Rino mengatakan, Apka sindo mengecam tindakan Green peace itu. “Greenpeace dan Boomerang tidak punya perasaan, apalagi pada kondisi harga yang rendah sekarang,” kata Rino.

Aksi LSM tadi, kata Rino, sangat berdampak negatif bagi industri sawit secara keseluruhan. “Oleh karena itu, kami minta pemerintah bertindak tegas pada Greenpeace. Masa seenaknya seperti itu, seleluasa seperti itu,” katanya.  Rino mengatakan, petani sawit bisa melawan jika LSM asing terus menerus melakukan kampanye negatif. “Kami siap demo melawan LSM antisawit,” katanya.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono juga menyesalkan aksi Greenpeace tersebut. Jika aksi Greenpeace dan Boomerang ditemukan unsur pelanggaran hukum, pihaknya mendorong Grup Wilmar melaporkan LSM dan grup musik itu kepada pihak berwajib. “Pasti aksi itu tanpa izin dan bukannya memasuki pekarangan orang tanpa izin itu sebuah tindak pidana,” kata Mukti.

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : okezone.com