• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ini Bank yang Beri Bunga Deposito Tinggi

Jumat, 28 September 2018 | 15:04 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - Deposito masih menjadi salah satu instrumen keuangan yang dipilih oleh masyarakat untuk berinvestasi. Alasan orang berinvestasi di deposito karena produk ini lebih dikenal ketimbang instrumen investasi lainnya. Deposito juga dianggap aman karena diterbitkan perbankan.

Klik Juga : Kampanye Hitam Rugikan Industri Sawit Indonesia

Selain itu, deposito juga memiliki kemudahan dalam pencairan karena ada deposito yang bertenor mingguan, satu bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan hingga 1 tahun. Deposito yang paling banyak diminati masyarakat adalah deposito 1 bulan dan 3 bulan. Salah satu daya tarik produk perbankan ini adalah bunga yang tinggi. Bunga deposito yang ditawarkan perbankan ada yang counter rate atau suku bunga formal yang ditawarkan bank.Salah satu bank yang menawarkan bunga deposito tinggi adalah Bank Victoria.

Bunga yang ditawarkannya 8,88% per tahun dengan jangka waktu simpanan minimal 3 bulan dan setoran minimal 100 juta di mana Rp 10 juta dalam bentuk tabungan dan Rp 90 juta di deposito. Selanjutnya Bank CIMB Niaga yang menawarkan bunga deposito sebesar 6,9% per tahun untuk produk deposito bertenor 12 bulan. Setoran awalnya Rp 8 juta. Bunga deposito 1 bulan sebesar 6,4% dan 3 bulan 6,5%.

Klik Juga : Kecelakaan Maut Renggut Nyawa Istri dan Ajudan Kapolres

Bank Bukopin menawarkan deposito 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan dengan bunga 6,1% per tahun. Minimal dana yang disimpan 8 juta. Bunga deposito yang lebih besar bisa didapatkan nasabah jika memiliki simpanan di atas Rp 1 miliar. Namun produk tersebut tidak akan dijamin Lembaga Penjaminan Simpanan. Syarat produk perbankan yang dijamin LPS adalah suku bunga maksimal 6,5% dengan simpanan maksimal Rp 2 miliar.  dan suku bunga deposito over the counter atau suku bunga spesial bagi nasabah yang memilliki dana besar.

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNBC