• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kelompok Nelayan Kubu Akui Tak Terusik Dengan TI Tower Bantil

Selasa, 29 Mei 2018 | 22:01 WIB
Kelompok Nelayan Kubu Basel usai jumpa pers. Foto : Wiwin/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Kelompok nelayan Kubu Toboali Bangka Selatan (Basel) mengaku tidak terganggu dengan adanya aktivitas TI Tower yang beroperasi di laut Bantil Kubu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua kelompok nelayan Kubu, Dusi dalam jumpa pers para penambang bantil bersama Ormas/LSM pro tambang di Warkop Angim Teladan Toboali, Selasa siang (29/05/2018).

Menurutnya para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan tersebut justru terbantu dengan adanya pembagian paket sembako yang bisa dirasakan oleh nelayan secara langsung oleh pihak panitia pengelola TI Tower yang selama ini belum pernah mereka rasakan

"Kami tetap melaut seperti biasa meskipun adanya TI Tower yang beroperasi di Bantil karena wilayah tangkapan kami tidak terusik. Justru kami merasakan manfaat langsung dengan adanya pembagian sembako oleh panitia yang sebelumnya tidak kami rasakan, jadi kami mendukung aktivitas TI Tower tersebut karena sama-sama mau cari makan ". ungkapnya.

Dirinya justru menyayangkan TI Tower tersebut sudah berhenti beroperasi karena alasan ijin opersional. Sehingga menyebabkan bantuan paket sembako yang sangat membantu mereka selama TI Tower tersebut beroperasi juga ikut terhenti, padahal menurutnya paket sembako tersebut cukup membantu para nelayan.

Sementara itu, Devisa Saputra selaku Koordinator Koalisi Rakyat Penambang (KRP) berharap agar para pemangku kebijakan pertambangan dapat memberikan solusi terbaik agar operasional TI Tower di laut Bantil tersebut dapat beroperasi kembali. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi penambang maupun nelayan setempat

"Menghambat operasional TI Tower tersebut sama dengan merampas hak ekonomi rakyat yang mau cari makan, kita harus sadari itu. Bukankah TI Tower tersebut juga telah memberikan manfaat bagi masyarakat penambang dan nelayan setempat, jadi mari bijaksana dalam mengambil sebuah kebijakan," harapnya.

Loading...
loading...


Penulis  : Wiwin
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com