• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Mantan Kepala Rupbasan Pangkalpinang Resmi Ditahan Kejari

Kamis, 09 November 2017 | 16:38 WIB
Tersangka JS Saat Hendak Memasuki Mobil Tahanan Kejari Pangkalpinang Usai Pemeriksaan (Ruci/Klikbabel.com)

Klikbabel.com, Pangkalpinang- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang melakukan penahanan terhadap mantan Kepala Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Kota Pangkalpinang atas insial JS, Kamis (09/11/2017).

Plt Kajari Pangkalpinang, Meiza Khoirawan melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kota Pangkalpinang, Hendi Arifin mengatakan bahwa penahanan JS tersebut oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pangkalpinang usai diperiksa sebagai tersangka dalam perkara dugaan penukaran dan penjualan barang bukti balok timah sebanyak 1,6 ton. 

"Secara resmi, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejari Pangkalpinang telah melakukan penahanan terhadap tersangka, yang mana JS diduga telah melakukan penggelapan barang bukti timah yang telah dititipkan di Rupbasan oleh Kejari Pangkalpinang pada Sepetember lalu," ujar Hendi,  Kamis (9/11/2017) usai pemeriksaan dilakukan di Kejari Kota Pangkalpinang.

Diwartakan sebelumnya, dalam melakukan aksinya tersebut JS melakukan penukaran barang bukti balok timah cetakan rumahan dengan SN 89/99 dengan timah yang sudah tidak ada SN nya lagi. Sedangkan untuk Barang Bukti (BB) sendiri sudah di jual oleh tersangka. 

Diakui Hendi, saat ini pihak penyidik sudah mengantongi nama-nama siapa saja yang menjadi penadah dari penjualan BB tersebut. "Sampai saat ini tersangka baru satu orang yang kita tetapkan, untuk penadah sendiri sementara ini masih kita kejar dan lacak. Identitasnya sudah kita kantongi akan tetapi saat ini belum bisa saya beberkan, kita lihat saja nanti dari hasil pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya. 

Dari perhitungan penyidik Tipikor Kejari Pangkalpinang kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan tersangka ini di tafsirkan sekitar Rp400 juta. "Dari keterangan ahli kerugian negara sampai dengan Rp400 juta," ujarnya. 

Lanjut Hendi, atas perbuatannya tersangka dirinya akan dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-undang (UU) Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.  

loading...


Penulis  : Ruci
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com