• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Edaran Dinas Pendidikan Tidak Beratkan Guru

Sabtu, 10 Juni 2017 | 13:08 WIB
Dedi, salah satu guru di Pangkalpinang

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung (Babel) terkait adanya pemotongan tunjangan profesi guru sempat menuai pro kontra bagi tenaga pendidik di Babel. Salah satu guru di Pangkalpinang, Dedi memaklumi adanya edaran tersebut. Ia menilai edaran yang sempat meresahkan tersebut tidak memberatkan guru.

"Sebenarnya kalau kita membaca surat edaran ini dengan seksama dan lebih teliti, disini memang tertulis adanya potongan tunjangan guru apabila izin tidak masuk, sakit lebih 1 hari, cuti tahunan, cuti umroh, curi menikah, mendampingi O2SN dan pramuka serta alpa. Memang point-point ini ada yang tidak berkenaan bagi sebagian guru, tetapi itu mendapat solusi dan jawaban yang terdapat di point ke empat yang akan menjadi jawaban dan solusinya," ujarnya kepada klikbabel.com, Sabtu (10/6/2017).

Menurutnya, inti dari isian tersebut ialah tunjangan guru dapat dibayarkan apabila guru yang melakukan izin tidak masuk itu bisa menggantikan jam mengajarnya pada hari yang lain. "Karena kewajiban mengajar guru dalam seminggu minimal 24 jam dan maksimal 40 jam tatap muka dalam seminggunya dan ini tertuang di UU No 14/2005 tentang guru dan dosen pasal 35 (2)" ujar Dedi.

"Surat edaran ini kenyataannya tidak serta merta memberatkan para guru, karena surat edaran ini bisa terbit berdasarkan adanya audit dari BPK RI tentang tunjangan profesi guru, dan Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung wajib untuk menginformasikan hal ini kepada semua guru di wilayah Provinsi Bangka Belitung untuk bisa dicermati dan dipahami," tutupnya.

Sebelumnya, pada pertemuan bersama Gubernur Babel, Ketua PGRI Provinsi Babel Kunlistiani, mengatakan jika surat edaran tersebut meresahkan guru-guru, disebabkan point-point yang tertera di surat edaran tersebut dirasa terlalu dipaksakan dan tidak ada dasar yang kuat. "Point-point dalam surat edaran tersebut tidak sesuai dengan dasar-dasar yang tertera dalam Permendikbud nomor 12 Tahun 2017, sehingga tak berdasar dan membuat keresahan guru-guru," tutup Kunlistiani.

 

(Nopranda)

loading...


Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com