• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Basel Siap Swasembada Beras

Jumat, 21 April 2017 | 20:47 WIB
Bupati Bangka Selatan, Drs. H.Justiar Noer, ST,MM, M.Si. (foto: Wiwin Suseno/klikbabel)
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Adanya pelaksanaan panen raya dan gerakan tanam padi sawah di Desa Rias, Kecamatan Toboali beberapa waktu lalu tanggal (05/04/17) yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Bangka Selatan (Basel) di Desa Rias, menunjukkan bahwa Bangka Selatan siap swasembada pangan.

Menurut Drs. H.Justiar Noer, ST,MM, M.Si selaku Bupati Basel yang menghadiri kegiatan tersebut, saat ini sawah yang ada di Basel seluas 13.289 hektar.

"Jika dikerjakan satu kali panen saja dengan produktivitas 3 ton/Ha maka akan menghasilkan gabah kering sebanyak 39.867 atau menghasilkan beras sebanyak 24.717. Menurut data dari BPS Basel, kebutuhan beras di Basel dengan jumlah penduduk sebesar 197.670 jiwa hanya membutuhkan beras sebanyak 21.230 ton/tahun," paparnya.

Menurutnya, dari kebutuhan beras sebesar 21.230 ton/ tahun jika dibandingkan dengan ketersediaan beras dari hasil panen sawah satu kali panen sebesar 39.867 di atas areal 13.289. Jika dioptimalkan, Basel akan surplus beras sebesar 3.487 ton/tahun. Apalagi menurutnya dengan adanya 2 kali musim tanam, maka Basel akan menyumbang sebagian besar kebutuhan beras di Babel.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov. Babel Haryoso, SH, M.Hum mewakili Gubernur Babel mengucapkan selamat dan terimakasih atas kerja keras dan upaya yang telah dilakukan.

"Saya mengucapkan selamat dan terimakasih atas kerja keras dan upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian Propinsi maupun Kabupaten, serta jajaran TNI dan para petani dalam membantu mewujudkan swasembada beras di Babel," ungkapnya.

Menurutnya, Pencapaian produksi padi di Basel berdasarkan angka sementara (ASEM) BPS Babel pada tahun 2016 telah menyumbang ketersediaan gabah kering giling di Babel sebesar 40,82% atau 3.266 ton. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2015 yang hanya menyumbang 31,84 kebutuhan beras di Babel.

Peningkatan tersebut menurutnya merupakan upaya bersama yang patut diapresiasi oleh berbagai pihak dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Babel Umumnya dan di Basel Khususnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Kementerian Pertanian selaku penanggungjawab UPSUS Provinsi Kepulauan Babel, DR. Ir. Haris Syahbudin, DEA. Ia menambahkan, Kementerian Pertanian RI terus berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada saat ini. Menurutnya Berbagai inovasi telah digunakan untuk mendukung pelaksanaan program UPSUS Kementerian Pertanian, seperti nenih unggul padi yang berjenis Inpara, Inpari dan Inpago.

Ia juga mengatakan, Pemerintah pusat akan memberikan Reward dan Punisment kepada Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan program UPSUS Pajale. Punisment yang dimaksud menurutnya berupa pengurangan anggaran program pembangunan di bidang pertanian.

Loading...
loading...


Penulis  : Wiwin
Editor    :
Sumber : klikbabel.com